Cara Pelaku UMKM Bertahan dari Gempuran Pandemi Covid-19

Kamis, 28 Januari 2021 08:46 WIB

(Padang Pariaman – Respon Radio 93.0 FM ) – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun tak luput dari imbas pandemi. Adanya aturan jaga jarak yang memaksa masyarakat membatasi kegiatan sosialnya juga berdampak pada usaha pelaku UMKM. Salah satu pelaku usaha mikro yang berjuang untuk bertahan hidup dari pandemi adalah Romanus, pemilik “Cahayo Piaman”, pemasok dan produsen kerupuk merah asal Tanjung Basung 2, Pasar Usang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Romanus memulai usaha tersebut pada masa-masa awal pandemi berlangsung, penjualan kerupuk merahnya saat itu hanya mencapai 500 kg per minggu. “Awal-awal saat memulai itu cuma 1 (satu ) ton untuk 2 (dua) minggu” Ungkapnya.

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan bisnis kerupuk merahnya mengalami penurunan permintaan konsumen yang cukup tajam. Romanus umumnya menjual kerupuk merahnya ke pasar tradisional, restoran, dan reseller lainnya. Namun karena pandemi, permintaan kerupuk merahnya ini menjadi turun.

Melihat kerupuk merahnya yang penjualannya menurun, Romanus memutar otak bagaimana memanfaatkan hasil usahanya agar bisa bertahan. Kemudian, ia mencoba masuk ke pasar digital dengan mengolah kerupuk merah tersebut menjadi produk yang bisa dijual secara online, dan tentunya dengan kemasan yang lebih menarik. (Tiyar)