News  
   

Kedudukan kaum Laki-laki dalam Sistem Matrilinial di Minangkabau

 

Calon Jemaah Haji (ilustrasi)

Kedudukan sebenarnya seorang pria di Minangkabau ? Secara ringkas ada tulisan ini dibuat oleh Pangarang Buku ” Mambangkik Batang Nan Tarandam Adat Budaya Minangkabau yang bernama ” Yulius  Inyiak Malako Nan Putiah”.
 
 

Beliau berkenan memberikan tulisan – sebagai sumbangsih beliau kepada Steering Committe Kongres Kebudayaan Minangkabau Kelima.
Setiap laki-laki di Minangkabau mengemban dua fungsi dan kedudukan, yaitu :
1.  Sebagai MAMAK dirumah orang tuanya .
2.  Sebagai RANG SUMANDO dirumah istrinya .
1.      Laki-laki sebagai MAMAK

  1. Dalam struktur kepemimpinan Suku, setiap laki-laki secara selektif bisa menduduki Pangulu Pucuk Suku, Pangulu Andiko atau Pangulu Kepala Waris. Bagi yang tidak terpilih jadi Pangulu bertugas sebagai, Tungganai, Ulama atau Dubalang .
  2. Dalam rumah tangga orang tuanya – Kaum Laki-laki berkedudukan sebagai Mamak Rumah. sebagai Mamak Rumah dia bertugas :
  3. Membimbing/memberi pelajaran dan contoh/tauladan bagi semua kemenakannya laki-laki maupun perempuan tentang adat istiadat hidup bermasyarakat.
  4. Mengawasi dan melin dungi seluruh kemenakan nya laki-laki maupun perempuan dari segala hal yang mungkin merugikan atau memalukan kaumnya.
  5. Memberikan bantuan ekonomis untuk semua kemenakannya dalam bentuk materi atau tenaga dua pertujuh dari pengaha silannya. Merealisasikan falsafah  ” Anak dipangku , kamanakan dibimbiang “, dengan cara yaitu ; pada jumlah 7 Hari, ia dapat membagi waktu, yaitu : Lima ( 5 )  hari untuk memangku anaknya. Menunjuk ajari anak dengan ajaran dan pituah menurut tuntunan Agama Islam. Kemudian 2 hari dipergunakan untuk membimbing kemenakan. Bagaimana bentuk bimbingan itu – bagaikan seorang pendidik kepada muridnya. Bimbingan  yang diberikan sesuai dengan moral dan etika agama dan budaya.
  6. Melindungi dan mengatur pengelolaan dan penggarapan harta pusaka tinggi, sawah atau ladang , dan mengawasi penggunaan hasil bumi dari pusaka tinggi.
  7. Mewakili kaumnya dalam Rapat/gotong royong Nagari .

2. Laki-laki sebagai RANG SUMANDO .

  1. Sehari-hari dia dalam kedudukan yang dihormati, nama kecilnya tidak boleh dipanggil, harus dipanggil dengat gelar pusakanya.
  2. Rang Sumando bertanggung jawab penuh atas nafkah untuk istri dan anak2nya
  3. Semua rapat atau pertemuan para Mamak Rumah harus setahu dia, dan dia yang menyiapkan rumah serta keberlangsungan acara.  Apabila penyelenggaraan rapat tersebut terkait dengan penyelesaian masalah kaum di keluarga istrinya, maka Urang Sumando diperboleh hadir dan tidak hadir . Sebagaimana pedomana adat yang menyatakan : ” Pai jo mupakat – tingga jo rundingan ).
  4. Apabila KAUM di keluarga isterinya berkehendak mengangkat anaknya menjadi Panghulu, maka harus atas persetujuan RANG SUMANDO ini – sebagai ayah/bapaknya. Begitu pula jika anaknya akan melangsungkan perkawinan, meskipun dalam pelaksanaan acara perhelatan – seorang MAMAK dapat ikut campur/membatalkan –  apabila dikawatirkan akan merugikan, atau memalukan kaumnya, maka ayah/bapak tetap dimintakan pendapatnya.

Peran Rang Sumando – yang bisa berdiri tegak diatas keluarga isteri dan menjadi tempat bertanya dan menyelesaikan yang kusut disebut oleh orang Minangkabau urang Sumando yang demikian RANG SUMANDO NINIAK MAMAK.
Bagi golongan Rang Sumando Kacang Miang atau Rang Sumando Langau Hujau dan Rang Sumando Lapiek Buruk - karena tidak mampu menjalankan perannya, maka tidak akan pernah diajak diajak berunding oleh keluarga isterinya.

 
     

    >> News Archive

  Pedagang Kembang Api (Dok.Padek) 22.07.13
Danamon Dibobol, Rp200 Juta Raib: pelaku masih dalam Pengejaran
 
  18.07.13
Polda Sebar Foto DPO Teroris
 
  17.07.13
Besiswa Miskin Terhambat Bakal Diterima 16,6 Juta Orang
 
  16.07.13
Duski: Haram Kampanye di Masjid-Panwaslu-KPU Harus Proaktif
 
 
 
 
History of Padang     
Padang Culiner     
Padang Tourism Objects