News  
   
 

Jesica Yap: Musik adalah Gaya Hidup, Teman, dan Nafasku

 
Ilustrasi (Dok.Padek)
Musik memang adalah bahasa universal yang dapat menyatukan seluruh manusia dengan latar belakang dan bahkan kewarganegaraan yang berbeda-beda. Musik memampukan seorang gadis yang berasal dari kota kecil di Indonesia bernama Pematangsiantar untuk mendeklarasikan kecintaannya akan musik di Hollywood, pusat industri hiburan dunia.  
 

Jesica Yap adalah seorang komposer film, konduktor orkestra, pengaransemen lagu, dan juga penulis lagu profesional yang meniti karir bermusiknya di Amerika Serikat. Sebelum memulai karirnya di Amerika, Jesica telah menunjukkan kemampuan dan bakatnya sejak ia berusia 14 tahun. Meskipun ia hanya seorang siswi SMP di sebuah kota kecil bernama Pematangsiantar, ia telah berhasil menciptakan sepuluh lagu rohani. Talenta itu juga membawa Jesica untuk mengikuti audisi pada bulan Maret 2011 dan mendapatkan beasiswa untuk menekuni keahliannya bermusik di Boston, Amerika Serikat.

Pada tahun 2011 Jesica berhasil menjadi salah satu dari enam konduktor dan komposer terpilih untuk tampil bersama Berklee Silent Film Orchestra di Coolidge Corner Theater, Cutler Majestic Theater, Dreamland Film, The Martha’s Vineyard Film Center, dan Performing Arts Center. Di bawah bimbingan Sheldon Mirowitz, seorang pemenang Peabody Award dan nominasi Emmy Award tiga kali berturut-turut. Selain itu hasil karya Jesica juga banyak yang telah diakui dan ditampilkan di Amerika, seperti: komposisi Jesica  Falso Tango juga ditampilkan oleh The Kalistos Chamber Orchestra, komposisi Epouvantail yang ditampilkan oleh The Esterházy String Quartet, dan juga komposisi berjudul The Puzzle of Vague Blues yang ditampilkan oleh Triple Helix.

Setelah lulus dari Berklee College of Music dengan Magna Cum Laude pada tahun 2013, ia memutuskan untuk menanamkan bakat musiknya di Amerika dengan memulai karirnya sebagai seorang asisten studio di bawah naungan Hans Zimmer dan Henry Jackman; komposer film Captain Philip, Captain America, Big Hero 6, dan lain sebagainya. Tidak berhenti di situ saja, Jesica bahkan dapat tampil sebagai keyboardist dalam beberapa Live Show Eleri, penyanyi indipop elektonik alternatif asal Amerika. Di samping itu, ia juga mengambil bagian sebagai pianis The Glass Arcade Band dan editor untuk kumpulan musik permainan video game dalam naungan The Glass Arcade Productions.

Perjuangan Jesica dalam menumbuh-kembangkan benih musiknya di Amerika memang belum selesai. Namun Jesica tidak akan berhenti bermain dan menciptakan musik karena baginya musik adalah nafas kehidupan. “ People need music like they need air to breathe. Itu adalah mindset yang saya pegang selalu… Musik mempunyai tempat istimewa di hati saya. Musik adalah teman saya, musik adalah nafas saya, dan musik secara natural menjadi lifestyle saya. Semua jabaran di atas berkaitan erat dengan alasan mengapa saya memilih musik. Mampu berkarir melalui apa yang kita suka adalah suatu anugerah yang luar biasa,” tutur Jesica.

Jesica memiliki keinginan untuk menginspirasi banyak orang dengan musik. Berawal dari menyumbangkan kemampuan dan bakatnya untuk perfileman Hollywood di Amerika, Jesica berharap suatu saat nanti dia dapat memberikan dampak yang lebih besar ke seluruh dunia. “Fokus terutama saya saat ini adalah meng-compose music untuk visual media. Saya ingin mengkontribusikan skill dan talenta saya untuk perfilman Hollywood di Amerika, Indonesia dan berharap dapat mendunia suatu saat. Disamping itu saya juga mengajar piano. Jadi gol saya kedepannya adalah saya ingin menginspirasi lebih banyak lagi orang melalui musik. Saya ingin membantu orang- orang juga melalui skill bermusik saya,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Mary J. Blige, seorang penyanyi dan penulis lagu terkenal asal Amerika pernah berkata, “Musik membuat kita menginginkan kehidupan. Anda tidak tahu berapa kali orang memberitahu saya mereka pernah mengalami depresi bahkan ingin bunuh diri. Namun sebuah lagu tertangkap oleh pendengaran mereka dan semua itu sangat menolong mereka untuk mendapatkan semangat baru. Itulah kekuatan yang dimiliki oleh musik.” Pernyataan tersebut persis sama dengan pernyataan Jesica Yap dalam sesi wawancara. Ia melihat musik sebagai penyampai cerita, penyair, psikolog, terapi, dan guru. Oleh karena itu Jesica Yap memilih musik sebagai cita-cita yang akan digapainya melalui tangga nada ciptaanya (Evianna Grace Kurnia).

 
     

    >> News Archive

  26.07.13
Dan Perbaikan Jalan Terbengkalai: Rambu Seadanya, Ancaman Keselamatan Pengendara
 
  22.07.13
Danamon Dibobol, Rp200 Juta Raib: Pelaku masih dalam Pengejaran
 
  18.07.13
Polda Sebar Foto DPO Teroris
 
  17.07.13
Besiswa Miskin Terhambat Bakal Diterima 16,6 Juta Orang
 
 
 
 
History of Padang     
Padang Culiner     
Padang Tourism Objects