News  
   
    Parenting
 

Tips dan Cara Mengembangkan Pemikiran Anak

Adakah cara yang efektif untuk membantu anak agar memiliki pemikiran yang cerdas?  Adakah cara sederhana yang bisa dipraktekkan oleh para orang tua agar anaknya bisa tumbuh dengan pemikiran yang logis dan terarah dengan baik?
 
  Salah satu anugerah yang diberikan Allah kepada manusia adalah karunia akal.  Dengan akal inilah maka manusia akan bisa berpikir sebelum bertindak.  Dengan pemikiran akal maka pembaruan dan inovasi senantiasa mengalami kemajuan. Dengan hasil pemikiran inilah yang menentukan bahwa manusia bisa memiliki nilai dan dipandang oleh sesama di dalam kehidupan masyarakat.

Anak-anak juga mempunyai akal yang bisa digunakan untuk berpikir.  Meskipun kapasitasnya belum sebagus hasil pemikiran orang dewasa.  Tiap anak-anak memiliki gaya pemikiran yang berbeda-beda.  Tergantung stimulasi dan rangsangan yang diberikan kepada anak.  Semakin baik dalam mengelola dan pemberian stimulasi kepada anak maka akan semakin membantu anak untuk bisa berpikir lebih baik lagi.

Salah satu hal yang bisa mempengaruhi pola pemikiran anak adalah orang-orang yang ada di sekitarnya.  Terutama orang tua yang mengasuh anak tersebut.  Komunikasi yang dijalin dengan anak akan bisa direkam dengan baik oleh anak yang kemudian dicerna oleh akalnya.  Gaya bicara dan gaya komunikasi inilah yang nantinya berperan besar dalam membentuk pola pemikiran anak.

Untuk membantu mengembangkan pola pemikiran anak maka kita sebagai orang tua bisa melakukan cara-cara sederhana namun memiliki dampak yang bagus untuk pemikiran anak.  Berikut ini adalah cara-cara sederhana untuk membantu mengembangkan pola pemikiran anak yang efektif

1.  Memberikan cerita atau dongeng kepada anak-anak

Dongeng atau cerita adalah salah satu hal yang disukai anak.  Apalagi kalau dalam pembawaan cerita dan dongeng bisa menampilkan ekspresi yang mirip dengan cerita sesungguhnya.  Alur cerita dan dongeng yang didengar oleh si anak maka akan mampu untuk membantu mengarahkan pola pemikiran anak.  Karena anak tentunya akan mendengar dan merasakan alur cerita.  Anak akan bisa belajar dari pengalaman tokoh yang diceritakan kepadanya.

Oleh karena itu memilih cerita dan dongeng harus dilakukan agar anak tidak masuk ke dalam pola pemikiran yang salah karena anak mendengar cerita immposible yang dibacakan untuknya.  Banyak cerita dan dongeng yang beredar di dalam masyarakat.  Ada cerita yang bisa mempengaruhi anak untuk berpikir irrasional dan cerita yang bisa membantu anak untuk berpikir lebih cerdas lagi.

Dalam pemilihan kisah dan dongeng sebaiknya para orang tua menhindari cerita yang berisi banyak kebohongan dan tidak masuk diakal.  Pilihlah cerita yang bisa memberi inspirasi dan manfaat untuk anak, agar anak bisa berkaca pada cerita tersebut dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari karena cerita yang didengarnya adalah nyata dan tidak sulit untuk menirunya.

Salah satu cerita yang bisa diterapkan adalah cerita tentang kisah Nabi-nabi, para pendahulu yang shaleh, salah satu contohnya adalah cerita tentang nabi Ibrahim, Si botak si belang dan si buta, cerita orang yang berhutang 1000 dinar.  Kisah-kisah tersebut bisa menginspirasi dan akan membentuk pola pemikiran anak.

2.  Tidak bertele-tele apabila bicara dengan anak

Bicara langsung dengan anak adalah hal yang baik untuk dilakukan.  Menjelaskan masalah dengan tidak bertele-tele dan mengambil hikmahnya akan membantu anak untuk berpikir lebih cepat.  To the point akan mudah untuk dicerna pola pemikiran anak.
3.  Menyesuaikan dengan kemampuan otak/akal anak

Ketika berbicara dengan anak sebaiknya sesuaikan dengan umur dan kemampuannya.  Jangan bebani anak dengan komunikasi yang berat sehingga anak juga akan berat untuk mencernanya.  Misalnya adalah ketika berbicara tentang angka, apabila anak belum mampu mencerna angka ribuan maka gunakanlah angka ratusan dan puluhan.  Jangan gunakan angka ribuan bahkan jutaan kepada anak.  Efeknya adalah berat dicerna dan bisa membuat anak untuk malas berpikir lebih keras lagi.

4.  Berdialog dengan penuh ketenangan

Ajaklah anak untuk berdiskusi dan berdialog secara perlahan-lahan  dan tidak terburu-buru.  Terangkan dengan baik maksud kita.  Dengan ketenangan dalam berdiskusi dengan anak maka anak akan bisa mengasah cara berpikirnya.  Anak akan terlatih untuk berpikir secara mendalam dan akan mencerna pemikiran dangan ketelitian.  Cara dialog yang baik juga akan membantu untuk mempertajam daya penalarannya.

5.  Belajar dan praktek

Terkadang orang tua ingin mengajarkan sesuatu hal kepada anaknya.  Berilah teori yang sederhana dan langsung ajarkan kepada anak cara prakteknya.  Dengan praktek ini maka anak akan mengetahui hasilnya, sehingga anak terbentuk pola berpikirnya.  Kalau melakukan A maka hasilnya A.  Hal inilah yang akan dicerna oleh otak anak dan diingat anak.

6.  Memberikan teladan riil atau nyata

Dengan memberikan teladan yang nyata maka akan membantu anak bahwa hal tersebut memang bisa dilakukan.  Jadi bukan hanya sekedar teori saja tanpa ada contoh yang bisa ditiru.  Ketika ada figur riil yang bisa dicontoh maka anak juga akan berpikir logis.  Anak akan berpikir ini bisa dilakukan dan bisa menghasilkan.

Membantu dan mengasah pemikiran anak sebaiknya dilakukan anak sejak usia dini.  Ajaklah anak untuk berdiskusi dan berikan praktek-praktek nyata agar anak bisa berpikir lebih mendalam dan teliti. Usia emas anak harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.  Daya pikir anak tidak akan bisa berkembang dengan baik apabila tidak diasah sejak kecil.  Sebagai alat bantu tambahan maka kita bisa memberikan mainan yang bisa membantu mengasah pola pikir anak.
 
     

 
 
History of Padang     
Padang Culiner     
Padang Tourism Objects