Respon UMKM Sebagai Wujud Kepedulian Radio Terhadap Pelaku UMKM di tengah Pandemi

Bersama Putra, Respon Radio kembali mengadakan rangkaian sharing session bertema #ResponUMKM. Talkshow satu jam bersama dengan Steve (mentor program UMKM) dan Rika Wulandari (Mahasiswi STKIP PGRI Padang) ini mengangkat tema “kiat UMKM sebagai kekuatan bisnis di era pandemi”. Diskusi mengenai topik menarik ini sukses menyedot perhatian publik. Diskusi dimulai dengan Putra yang menyampaikan orasi terkait UMKM kepada pendengar dalam konteks pandemi.

Bagi Putra, UMKM merupakan penggerak ekonomi yang penting karena berkontribusi bagi perekonomian Indonesia. Namun, pada masa pandemi ini, kelompok UMKM menjadi sangat rentan akibat kebijakan isolasi sosial yang menghambat operasional UMKM tersebut. Kamu juga bisa mendengar Talkshow Respon UMKM (Jumat 17.00) melalui android dengan unduh aplikasinya di sini.

Solusi alternatif bagi UMKM yang cenderung mati suri

Untuk UMKM, Steve selaku mentor Respon UMKM, berpendapat agar UMKM bisa bertahan dari pandemi, adalah segera mencari dan menerapkan model bisnis baru. Kedua, buatlah produk yang beradaptasi dengan kondisi di masa-masa sulit. Ketiga, menjalin persahabatan dan komunikasi secara aktif dan efektif dengan instansi terkait. dan, keempat adalah meningkatkan bisnis yang mereka miliki dengan masuk pasar digital.

Solusi alternatif bagi Kelompok UMKM yang pertumbuhannya lambat

Pada dasarnya kelompok ini dapat dikatakan sebagai kelompok yang telah beradaptasi dengan kondisi saat pandemi. Oleh karena itu, solusi yang diberikan oleh Steve untuk UMKM yang bergerak lambat antara lain terus memaksimalkan penggunaan pasar dan media sosial untuk penjualan.

Rika Wulandari, Sebagai mahasiswa dan pelaku produk sawit grondolan dan karet khas kekayaan alam Jambi, ia berbagi strategi untuk terus memasarkan produk sawit grondolannya. Rika mengaku mengetahui proses produksi yang baik dari tempat penjualan produk sawit tersebut, sehingga ia menggunakan agen di wilayahnya untuk menjual produk sawit dan karet saat pandemi. Baginya, strategi ini mungkin bisa menjadi solusi yang layak bagi pengusaha lokal lainnya.

Steve juga membagikan pengalaman uniknya dalam memulai usaha jamur krispy. Dalam proses belajar nya dari seminar kewirausahaan di kampusnya, Steve akhirnya meyakinkan dirinya untuk membuka booth sendiri seharga Rp 100.000. Uniknya, modal tersebut didukung dengan bahan produksi jamur yang ia miliki di kosannya. Ilmu yang didapatnya selama mengikuti pembinaan komunitas UMKM di kampus, membuatnya melalui serangkaian tahapan sebelum membuka booth jamur krispy.

Steve sangat mementingkan liku-liku perjalanan usaha ini. Di antara pendengar, Steve juga menegaskan bahwa kehadiran toko-toko perbelanjaan juga telah membantunya, dan toko perbelanjaan tersebut juga telah menampung banyak penjualan produknya.

Putra pun ikut menyampaikan bahwa Respon Radio ingin menginisiasi kelompok UMKM selama pandemi ini, ia juga bercerita tentang komunitas sahabat pendengar yang memiliki UMKM untuk saling membantu dan sharing cerita UMKM. Bagi Putra, keberadaan Respon UMKM lebih dari sekedar tempat sharing inspirasi. Tidak hanya itu, Respon Radio merupakan wadah untuk belajar, mendapatkan dan menyalurkan dukungan kepada UMKM lainnya.