RESPONRADIO.COM PADANG│Penyakit jantung koroner (PJK) masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan dunia. Meski sering berkembang secara diam-diam, penyakit ini memiliki sejumlah gejala khas yang perlu dikenali sejak dini. Deteksi dan penanganan cepat dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi serius, seperti serangan jantung dan gagal jantung.
Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah koroner yang menyuplai darah ke otot jantung menyempit akibat penumpukan plak lemak (aterosklerosis). Akibatnya, aliran darah ke jantung terganggu dan menyebabkan gejala yang beragam, tergantung tingkat keparahan penyumbatan.
Gejala Jantung Koroner yang Harus Diwaspadai
Gejala penyakit jantung koroner sering kali tidak terasa hingga kondisi sudah cukup parah. Namun, ada sejumlah tanda umum yang kerap dialami pasien, di antaranya:
- Nyeri Dada (Angina Pektoris)
Nyeri dada merupakan gejala paling khas dari PJK. Rasa nyeri biasanya terasa seperti ditekan atau terbakar, dan bisa menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung. - Sesak Napas dan Kelelahan
Penderita juga sering mengeluhkan sesak napas saat melakukan aktivitas ringan, bahkan saat beristirahat. Kelelahan berlebihan juga dapat muncul meskipun tidak melakukan kegiatan berat. - Gejala Serangan Jantung
Jika penyumbatan koroner total, pasien bisa mengalami serangan jantung. Gejalanya mirip angina tapi lebih intens: nyeri dada hebat, mual, keringat dingin, dan pusing. Bila nyeri berlangsung lebih dari 15 menit, segera cari pertolongan medis darurat. - Gagal Jantung
Dalam jangka panjang, penyempitan arteri bisa menyebabkan jantung melemah, memicu gagal jantung. Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan kaki, sesak saat berbaring, dan mudah lelah. - Gejala Khusus pada Wanita
Pada wanita, gejala bisa lebih samar. Mereka mungkin mengalami pusing, mual, ketidaknyamanan di perut, atau kelelahan ekstrem tanpa nyeri dada yang khas.
Langkah Diagnosis: Jangan Abaikan Sinyal Tubuh
Diagnosis penyakit jantung koroner dimulai dengan pemeriksaan riwayat medis, gaya hidup, serta uji laboratorium untuk mengecek kadar kolesterol dan gula darah. Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti:
- Elektrokardiogram (EKG)
- Echocardiogram
- Rontgen dada
- Angiografi koroner (pemeriksaan pencitraan untuk melihat penyumbatan pembuluh darah)
Cara Mengatasi Jantung Koroner
Meskipun penyakit ini tidak bisa disembuhkan total, kombinasi pengobatan dan gaya hidup sehat dapat membantu pasien menjalani hidup normal. Berikut beberapa pendekatan penanganan yang umum dilakukan:
- Perubahan Gaya Hidup
Langkah pertama adalah memperbaiki gaya hidup yang menjadi faktor risiko. Ini meliputi:
- Berhenti merokok
- Menjaga pola makan sehat rendah lemak jenuh dan garam
- Rutin berolahraga sesuai anjuran dokter
- Menjaga berat badan ideal
- Mengelola stres dan tidur cukup
- Penggunaan Obat-obatan
Obat-obatan membantu mengontrol gejala dan mencegah komplikasi. Beberapa jenis yang umum diresepkan meliputi:
- Obat penurun kolesterol (statin)
- Obat pengencer darah (aspirin)
- Obat pengontrol tekanan darah
- Nitrogliserin untuk meredakan nyeri dada
- Tindakan Medis: Angioplasti dan Bypass
Pada kasus yang lebih parah, dokter dapat menyarankan prosedur medis seperti:
- Angioplasti dan pemasangan stent: Membuka pembuluh darah yang menyempit dengan balon kecil dan memasang cincin logam (stent).
- Bypass jantung: Membuat jalur alternatif agar darah tetap bisa mengalir ke otot jantung.
Waspadai, Kendalikan, dan Cegah
Kunci pengelolaan penyakit jantung koroner adalah kesadaran. Mengenali gejala sejak awal, melakukan pemeriksaan rutin, dan menjalani hidup sehat dapat memperlambat perkembangan penyakit. Dengan dukungan medis yang tepat, penderita jantung koroner tetap bisa menjalani hidup yang produktif dan bermakna.

