Ancaman Balasan Teheran: AS Akan Menyesal Jika Nekat Meluncurkan Agresi ke Iran

RESPONRADIO.COM PADANG│MOSKOW  Teheran siap memberi “pelajaran yang tak terlupakan” kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump jika Washington memutuskan menyerang Iran, kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Senin.

“Saya sudah dengar bahwa anda (Trump) mengancam Iran. Para pembela Iran akan memberi anda pelajaran yang tak terlupakan. Kemarilah dan lihatlah bagaimana semua kekuatan anda di Timur Tengah hancur,” kata Ghalibaf, sebagaimana disiarkan IRIB.

Menjelang pergantian tahun, Trump menegaskan komitmennya untuk mendukung aksi militer baru terhadap Iran. Langkah ini disebutnya sebagai konsekuensi jika Teheran terbukti melanjutkan ambisi pengembangan senjata nuklir dan teknologi rudal mereka.

Di tengah gejolak protes dan kerusuhan yang melanda Iran, Trump kembali melontarkan ancaman militer jika pemerintah setempat melakukan tindakan fatal terhadap para demonstran. Selain ancaman tersebut, ia juga menyatakan kesiapan Amerika Serikat untuk menyalurkan bantuan kepada rakyat Iran apabila situasi mendesak.

Gejolak protes mulai menyapu berbagai wilayah di Iran pada akhir tahun lalu akibat krisis ekonomi yang kian memburuk. Melemahnya mata uang rial secara drastis menjadi pemicu utama kemarahan warga, karena berdampak langsung pada meroketnya harga barang di pasar-pasar, yang memberatkan beban hidup masyarakat.

Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad-Reza Farzin telah menyatakan pengunduran dirinya di tengah unjuk rasa.

Ketegangan di Iran memasuki babak baru setelah Reza Pahlavi, ahli waris Shah Iran yang digulingkan, menyerukan aksi massa yang memicu lonjakan gelombang protes sejak 8 Januari. Di tengah situasi yang semakin memanas, pemerintah setempat memilih untuk memblokir jaringan internet guna meredam pergerakan massa.

Di sejumlah kota di Iran, pengunjuk rasa yang menggaungkan slogan anti-pemerintah bentrok dengan pihak kepolisian. Ada laporan yang menyebutkan bahwa sejumlah petugas keamanan maupun pengunjuk rasa menjadi korban jiwa dalam protes kali ini.

Pada Senin (12/1), otoritas Iran menyebut situasi mulai berangsur terkendali.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com