Sumbar Disorot: 4 Kabupaten Kini Jadi Perhatian Khusus Kemendagri

RESPONRADIO.COM PADANG│KOTA PADANG  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian menyebut empat daerah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masih membutuhkan perhatian khusus pascabencana yang terjadi di akhir November 2025.

“Kalau melihat petanya memang kita melihatnya agak berat dan butuh atensi (perhatian) khusus untuk empat daerah ini,” kata Mendagri RI Tito Karnavian di Kota Padang, Selasa.

Empat wilayah yang dilaporkan memerlukan perhatian khusus dalam penanganannya meliputi Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Tito mengatakan, atensi khusus tersebut dikarenakan kondisi bencana yang terjadi di empat kabupaten itu tergolong berat dibandingkan kabupaten dan kota lainnya yang sudah mulai berangsur normal.

Meskipun demikian, ia mengatakan bukan berarti daerah lainnya sudah pulih. Sebagai contoh gangguan akses yang masih terjadi Kabupaten Solok sehingga tetap butuh penanganan.

“Empat dari tadi kondisinya cukup kompleks. Artinya, adanya masalah sarana pendidikan, akses jalan, pasar, PDAM sehingga butuh penanganan teknis dari masing-masing kementerian,” kata dia.

Tito mengatakan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Danantara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM dan instansi terkait lainnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan pemerintah daerah terus berkomitmen untuk memastikan roda penyelenggaraan pembangunan tetap

berjalan secara optimal agar masyarakat tetap produktif.

Gubernur Mahyeldi memaparkan data terkini mengenai dampak bencana banjir dan tanah longsor yang mencapai total 307.936 jiwa. Dari data tersebut, tercatat 264 orang meninggal dunia, 72 orang dinyatakan hilang, serta 401 warga mengalami luka-luka. Selain itu, sebanyak 10.854 orang terpaksa mengungsi dan 296.345 jiwa lainnya terdampak secara langsung oleh musibah ini.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com