Kepala Basarnas Segera Serahkan Black Box Pesawat ATR Ke KNKT

RESPONRADIO.COM PADANG│MAKASSAR  Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii segera menyerahkan black box pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik perusahaan penerbangan Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan di pegunungan Bulusaraung Pangkep kepada Komite Nasiomal Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Black box ini akan kami serahkan kepada KNKT sebagai otoritas yang berwenang melakukan investigasi. Data di dalamnya sangat penting untuk mengungkap kronologi dan penyebab kecelakaan secara menyeluruh,” ujarnya saat menerima Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko di Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Meskipun cuaca buruk dan medan yang sulit dihadapi, tim SAR berhasil mengevakuasi dua unit black box dari bagian badan serta ekor pesawat pada hari kelima operasi, Rabu (21/1).

Dua perangkat kotak hitam yang ditemukan mencakup Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Guna memastikan kelancaran koordinasi unsur dalam operasi SAR, Pangdam Mayjen TNI Bangun Nawoko membawa langsung kedua alat tersebut dari lokasi penemuan.

Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan oleh Syafii kepada seluruh personel tim SAR gabungan. Ia berterima kasih atas kegigihan tim yang berhasil menemukan black box meskipun harus menghadapi cuaca buruk dan medan yang sangat sulit.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim SAR di lapangan yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan profesionalisme hingga berhasil menemukan black box pesawat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa setelah diterima oleh Basarnas, kotak hitam tersebut akan segera diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Langkah ini bertujuan agar proses analisis dan investigasi mengenai penyebab kejadian dapat dilakukan sesegera mungkin.

Penyerahan black box ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian penanganan kecelakaan pesawat, sekaligus menegaskan sinergi dan komitmen seluruh unsur dalam menjalankan operasi SAR sebagai misi kemanusiaan yang profesional dan bertanggung jawab.

Sejauh ini operasi SAR telah menemukan dan mengevakuasi dua korban yang telah teridentifikasi identitasnya oleh tim DVI, yakni Florencia Lolita Wibisono merupakan pramugari pesawat dan Deden Maulana diketahui ASN Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kedua korban sudah diambil keluarganya. Sedangkan potongan tubuh korban ketiga masih diidentifikasi.

Tercatat ada 10 orang berada dalam pesawat naas itu dengan rute Yogyakarta-Makassar. Tetapi, saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin, pesawat hilang kontak sampai akhirnya menabrak Gunung Bulusaraung di Pangkep pada Sabtu (17/1) siang. Pesawat diduga mengalami masalah mesin saat hendak mendarat.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com