OJK Perkuat Sektor Keuangan 2026, UMKM dan Daerah Jadi Fokus Utama

RESPONRADIO.COM PADANG│Jakarta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya menjaga sektor jasa keuangan nasional tetap kuat dan berpihak pada pertumbuhan ekonomi rakyat, termasuk di daerah. Melalui Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, OJK menetapkan tiga kebijakan utama yang akan menjadi arah penguatan sektor keuangan sepanjang tahun ini.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa ketahanan sektor keuangan menjadi modal penting untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan optimal hingga ke daerah-daerah.

“Fondasi ekonomi dan sektor jasa keuangan kita saat ini sangat solid. Ini menjadi kekuatan utama untuk melanjutkan pembangunan, termasuk mendukung program prioritas pemerintah,” ujar Friderica dalam pertemuan yang digelar di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Tiga Arah Kebijakan OJK 2026

Kebijakan pertama difokuskan pada penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, mulai dari permodalan lembaga keuangan, penguatan tata kelola, hingga peningkatan pengawasan berbasis teknologi. OJK juga memperkuat perlindungan masyarakat dari kejahatan keuangan digital melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).

Kebijakan kedua adalah pengembangan ekosistem keuangan yang lebih kontributif, terutama bagi sektor riil. OJK mendorong kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM, koperasi desa, serta pembiayaan program strategis seperti Makan Bergizi Gratis dan penguatan sistem kesehatan nasional.

Bagi masyarakat daerah seperti Padang Pariaman, kebijakan ini membuka peluang pembiayaan usaha rakyat, koperasi nagari, hingga pelaku ekonomi lokal agar lebih mudah mengakses layanan keuangan yang aman dan terjangkau.

Sementara itu, kebijakan ketiga diarahkan pada pendalaman pasar keuangan dan pengembangan keuangan berkelanjutan, termasuk peningkatan literasi keuangan masyarakat dan dukungan terhadap target Net Zero Emission nasional.

Ekonomi Nasional Tetap Tumbuh Stabil

OJK juga memproyeksikan kinerja sektor keuangan pada 2026 tetap positif. Kredit perbankan diperkirakan tumbuh hingga dua digit, disertai peningkatan dana masyarakat dan pertumbuhan sektor asuransi, dana pensiun, serta pasar modal.

Rapat Dewan Komisioner OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat stabil, inflasi terkendali, dan kepercayaan konsumen tetap berada di zona optimis.

Pemerintah Apresiasi Langkah OJK

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi langkah OJK yang dinilai selaras dengan agenda pembangunan nasional.

“Sektor keuangan yang stabil dan kredibel akan sangat menentukan masa depan perekonomian Indonesia serta penciptaan lapangan kerja,” kata Airlangga.

OJK menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, serta pemerintah daerah, agar manfaat kebijakan keuangan benar-benar dirasakan hingga ke tingkat nagari dan masyarakat akar rumput.

 

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: OJK Sumbar