Pemkab: IPM Pasaman Barat lampaui target RPJMD 2025

RESPONRADIO.COM PADANG│SIMPANG EMPAT Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencapai 73,69 poin, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar 73,00 poin. Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan daerah dalam meningkatkan kualitas pembangunan manusia melebihi sasaran yang telah direncanakan.

Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Pasaman Barat, Sasmita Siregar, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan manusia yang berkelanjutan. Meski demikian, ia mengakui bahwa IPM Pasaman Barat masih berada di bawah rata-rata Provinsi Sumatera Barat maupun tingkat nasional.

Peningkatan IPM didukung oleh membaiknya indikator pendidikan dan kesehatan. Pada sektor pendidikan, rata-rata lama sekolah (RLS) meningkat menjadi 9,20 tahun pada 2025 dibandingkan 8,99 tahun pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap pendidikan formal serta meningkatnya partisipasi penduduk usia 25 tahun ke atas dalam menempuh pendidikan.

Di bidang kesehatan, usia harapan hidup (UHH) masyarakat Pasaman Barat naik menjadi 73,17 tahun pada 2025 dari 72,75 tahun pada 2024. Menurut Sasmita, peningkatan tersebut menunjukkan kualitas kesehatan masyarakat yang semakin baik, didukung oleh perbaikan layanan kesehatan, status gizi, sanitasi, lingkungan yang lebih sehat, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.

Selain itu, tingkat kemiskinan di Pasaman Barat juga mengalami penurunan dari 7 persen pada 2024 menjadi 6,3 persen pada 2025. Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari berbagai program pemberdayaan masyarakat, perlindungan sosial, pengembangan ekonomi lokal, serta perluasan kesempatan kerja. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menekan angka kemiskinan melalui peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat, penguatan usaha mikro dan kecil, serta perlindungan bagi kelompok rentan.

Di sisi lain, Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Pasaman Barat pada 2025 tercatat sebesar 3,46, yang menempatkan daerah tersebut dalam kategori berdaya saing relatif tinggi. Nilai tersebut menunjukkan kemampuan Pasaman Barat dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menarik investasi melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, inovasi, tata kelola pemerintahan, serta kapasitas ekonomi daerah. Pemerintah daerah menegaskan akan terus memperkuat berbagai faktor pendukung tersebut guna meningkatkan daya saing di masa mendatang.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com