RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan meminta penanganan kasus dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berhenti pada penanganan korban, tetapi juga diikuti perbaikan apabila ditemukan kelemahan atau kelalaian. Menurutnya, setiap persoalan dalam pelaksanaan program publik harus ditindaklanjuti dengan koreksi yang jelas sesuai dengan sumber masalah yang ditemukan.
Cecep menilai keterbukaan dalam mengakui persoalan, mengidentifikasi penyebab, bertanggung jawab terhadap dampak, serta membenahi sistem menjadi bagian penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat. Ia menegaskan akuntabilitas tidak dapat diabaikan dalam program yang menggunakan sumber daya negara dan berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Terkait kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Batang dan permintaan maaf kepada korban serta keluarga, Cecep memandangnya sebagai bentuk tanggung jawab dan empati seorang pemimpin.
Meski demikian, Cecep mengingatkan respons tersebut perlu dilanjutkan dengan investigasi yang objektif dan berbasis bukti. Ia mengatakan transparansi bukan berarti pemerintah harus terburu-buru menyampaikan kesimpulan, melainkan memastikan proses penyelidikan dilakukan secara terbuka setelah fakta yang diperoleh dinilai memadai. Hasil investigasi nantinya harus menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan apabila ditemukan kelemahan dalam pelaksanaan program MBG.
Sebelumnya, Wapres Gibran Rakabuming meminta maaf kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak dugaan keracunan makanan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Saat meninjau pasien di RSUD Limpung dan Puskesmas Bawang pada Senin (28/9), Gibran memastikan korban memperoleh pelayanan kesehatan hingga pulih tanpa terbebani biaya pengobatan. Ia juga menegaskan pasien yang masih dirawat harus mendapatkan penanganan sampai sembuh, sementara warga yang telah pulang tetapi kembali mengalami keluhan tetap harus mudah memperoleh pemeriksaan lanjutan.

