UNP kembangkan pemetaan banjir berbasis drone di Nagari Panti Selatan

RESPONRADIO.COM PADANG│PASAMAN — Universitas Negeri Padang (UNP) melalui tim pengabdian Departemen Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, mengembangkan sistem pemetaan dan pendataan banjir berbasis drone dan WebGIS di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) 2026 bertajuk Geo Impact tersebut ditujukan untuk membantu pemerintah nagari mendapatkan data kebencanaan secara cepat, akurat, dan terintegrasi sebagai dasar dalam penanganan banjir.

Nagari Panti Selatan termasuk wilayah yang memiliki kerawanan terhadap bencana banjir. Pada peristiwa banjir yang terjadi pada 2025, sebanyak 200 jiwa terdampak dan 80 rumah mengalami genangan. Selain permukiman warga, banjir juga mengganggu fasilitas umum serta menyebabkan akses jalan di wilayah Panti Selatan terputus.

Dalam pelaksanaannya, tim UNP menggunakan drone untuk memperoleh gambaran kondisi wilayah dari udara yang kemudian dipadukan dengan hasil survei lapangan. Seluruh informasi tersebut dikembangkan ke dalam sistem WebGIS sehingga pemerintah nagari dapat memantau persebaran rumah terdampak, kondisi akses jalan, serta berbagai data lain yang dibutuhkan untuk penanganan bencana. Wali Nagari Panti Selatan Didi Al Amin menyambut positif program tersebut karena dinilai dapat mempercepat dan meningkatkan akurasi pendataan warga maupun wilayah yang terdampak banjir.

Ketua tim pengabdian Dra. Endah Purwaningsih, M.Sc. mengatakan Geo Impact juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan perangkat nagari dalam mengelola data kebencanaan. Sejumlah kegiatan telah dilakukan, mulai dari penyediaan data dasar nagari, pelatihan perangkat, pengambilan citra udara dengan drone, pelatihan survei lapangan hingga pengembangan WebGIS. Selanjutnya, tim akan melakukan penyempurnaan sistem dan verifikasi data, menyusun prosedur pendataan, serta membentuk Relawan Data Siaga di tingkat jorong agar dapat membantu pendataan dan verifikasi saat banjir terjadi.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com