RESPONRADIO.COM PADANG│SPANYOL — Serikat buruh utama di Spanyol menyerukan mogok kerja nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 11 November mendatang. Aksi yang digagas dua serikat besar, UGT dan CCOO, tersebut ditujukan untuk menekan pemerintah terkait persoalan krisis hunian, rendahnya upah, serta menurunnya daya beli masyarakat menjelang pemilu dipercepat yang akan digelar pada 29 November.
Krisis perumahan menjadi salah satu isu utama dalam politik Spanyol setelah muncul gelombang aksi protes di berbagai wilayah. Situasi semakin mendapat perhatian menyusul meninggalnya Maricarmen Abascal, perempuan berusia 87 tahun asal Madrid yang dieksekusi dari tempat tinggalnya bulan lalu. Pemerintahan Perdana Menteri Pedro Sanchez sebelumnya mengusulkan aturan pengetatan penggusuran dan perpanjangan otomatis kontrak sewa, namun dua dekrit tersebut ditolak oleh kelompok oposisi di parlemen.
UGT dan CCOO menilai kondisi ekonomi masyarakat semakin tertekan akibat mahalnya hunian, kenaikan harga dan upah yang dinilai belum sebanding dengan pertumbuhan ekonomi. Kedua serikat tersebut juga mengkritik kebijakan korporasi yang dianggap lebih menguntungkan pemilik modal. Tekanan ekonomi semakin terasa setelah inflasi Spanyol mencapai 4,9 persen pada September, menjadi angka tertinggi sejak Februari 2023, sehingga pemerintah menerapkan pembatasan harga gas dan memberikan diskon bahan bakar.
Kasus kematian Abascal turut menjadi simbol dalam aksi protes terkait krisis perumahan. Ratusan demonstran menggelar aksi solidaritas di Puerta del Sol, Madrid, dengan membawa lilin dan mendirikan tenda sebelum bergerak menuju gedung parlemen. Di tengah tekanan tersebut, Sanchez kembali mengajukan dua dekrit terkait hunian pada Selasa dengan substansi serupa dengan rancangan sebelumnya, sementara pemerintah dan kelompok oposisi masih saling menyalahkan terkait memburuknya persoalan perumahan di Spanyol.

