ASDP Bakauheni Terapkan Skema TBB Atasi Antrean Kendaraan Arus Balik

RESPONRADIO.COM PADANG│LAMPUNG  PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menerapkan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) guna mengatasi antrean kendaraan pada arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di lintasan utama Bakauheni–Merak.

Direktur Utama PT ASDP, Heru Widodo, menegaskan pentingnya penerapan skema TBB guna mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di area pelabuhan Bakauheni pada Selasa.

“Kita akan berlakukan TBB. Skema TBB ini adalah tiba bongkar berangkat, yang kemudian ketika kapal bermuatan berangkat dari Pelabuhan Bakauheni, maka nanti di Merak hanya melakukan bongkar lalu kembali lagi ke Bakauheni untuk mengangkut para penumpang,” kata dia.

Menurutnya, salah satu kunci utama kelancaran operasional penyeberangan arus balik Lebaran 2026 adalah penerapan skema TBB.

Penerapan TBB yang dilakukan Pelabuhan Merak pada arus mudik kemarin telah terbukti mempercepat rotasi kapal dan meminimalisasi penumpukan kendaraan di pelabuhan.

Dirinya menyebut puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di penyeberangan Bakauheni-Merak terjadi pada H+2 atau Selasa (24/3).

Menurut dia, hingga saat ini pemudik di Pelabuhan Bakauheni masih terus berdatangan dan memadati sejumlah kantong parkir dermaga dan ruang tunggu penumpang.

“Puncak arus balik terjadi hari ini 24 Maret 2026 untuk gelombang pertama, kemudian diprediksi terjadi lagi pada 28-28 Maret 2026,” ujar dia.

Jalur penyeberangan antara Pulau Sumatera dan Jawa ini merupakan rute strategis yang menopang pergerakan masyarakat serta kelancaran distribusi logistik nasional.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com