RESPONRADIO.COM PADANG│FINLANDIA — Otoritas Finlandia memerintahkan penghentian sementara pekerjaan persiapan pembangunan dua pusat data (data center) milik Google di Muhos dan Kajaani. Langkah ini diambil karena kekhawatiran terhadap pembabatan lebih dari 300 hektare hutan serta dugaan pelanggaran persyaratan lingkungan. Badan Pengawas Finlandia (LVV) menyatakan salah satu lokasi proyek dikerjakan tanpa analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang diwajibkan.
Pekerjaan yang ditangguhkan meliputi penebangan pohon, pengupasan tanah, pembangunan jalan akses, penyediaan area penyimpanan, serta pengalihan saluran air. Pengembang proyek, Tuike Finland, diminta memberikan penjelasan dan menyusun rencana tindak lanjut paling lambat 14 Oktober. LVV juga memperingatkan kemungkinan penegakan hukum apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
Asosiasi Konservasi Alam Finlandia turut mengkritik proyek tersebut karena sejumlah kawasan alami yang seharusnya dilindungi dilaporkan telah ditebang. Google menyampaikan penyesalan dan mengakui belum memenuhi standar lingkungan yang ditetapkan perusahaan. Google mengklaim telah melakukan survei alam dan menerapkan langkah perlindungan lingkungan, serta merencanakan penanaman pohon di lahan seluas 130 hektare di Muhos.
Proyek senilai 13 miliar euro atau sekitar US$15 miliar itu mencakup pembangunan pusat data baru di Kajaani, Muhos, dan Vaala, serta perluasan fasilitas di Hamina pada periode 2027–2028. Investasi tersebut diproyeksikan membuka lebih dari 37.000 lapangan kerja dan menyumbang rata-rata 3,6 miliar euro per tahun bagi perekonomian Finlandia. Google juga menjalin perjanjian pembelian listrik selama 22 tahun dengan perusahaan energi Fortum untuk mendukung operasional pusat data.

