BPBD Ungkap 16 Nama Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang Pulau Siau

RESPONRADIO.COM PADANG│MANADO  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menyebutkan sebanyak 16 orang meninggal dunia usai banjir bandang yang menerjang beberapa desa/kampung di Pulau Siau pada Senin (5/1) dini hari.

“Penanganan darurat yang sudah dan telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat, yaitu mencari, menyelamatkan, dan mengevakuasi korban serta membuka akses jalan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kepulauan Sitaro Sonny Belseran di Manado, Rabu.

Berdasarkan laporan terkini pascabanjir bandang pada Selasa (6/1), tercatat empat warga meninggal dunia. Korban terdiri dari Alvin Anise (23) dari Desa Biau, Priskila Saol (73) dari Desa Batusenggo, serta Hermina Maningide (76) dan Rafles Kobis (74) yang merupakan warga Desa Laghaeng.

Daftar korban jiwa dari Desa Bahu juga telah teridentifikasi, yakni Santi Diamanis (35), Joan Bangsa (20), El Kamanangan (4), Yanjte Tamaronggehe (50), dan Fardelin Tamalonggehe (93).

Selain itu Frolensi Bawole (perempuan/74 tahun), Kairi Kansil (laki-laki/dua bulan), Jenita Maruf (perempuan/45 tahun), Swingly Dalending (laki-laki/47 tahun), serta Rahmon Bangsa (laki-laki/49 tahun). Selanjutnya Alexius Olongsongke (laki-laki/41 tahun) dan Sylvia Pamondolang (perempuan/36 tahun), keduanya warga Desa Peling.

Sementara itu tiga orang yang dinyatakan hilang yaitu Claiton Tatambihe (laki-laki/tiga tahun), warga Desa Laghaeng, Adris Pianaung (laki-laki), dan Leon Pianaung (laki-laki), keduanya warga Desa Bahu.

Dalam laporan itu disebutkan pada Senin (5/1) pukul 02.45 Wita terjadi banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Banjir bandang berawal dari hujan dengan intensitas lebat selama kurang lebih lima jam tanpa henti di sejumlah desa/kampung yang ada di Pulau Siau.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com