RESPONRADIO.COM PADANG│Padang — Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra menjelaskan saat pertemuan dengan awak media di Padang, Jumat 6 Februari 2026. Kinerja sektor jasa keuangan daerah tetap solid hingga akhir 2025. Di tengah tantangan ekonomi global, sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank terus menunjukkan peran strategis dalam menjaga roda perekonomian masyarakat Sumbar.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat menyampaikan, pertumbuhan sektor jasa keuangan sejalan dengan kinerja ekonomi daerah yang tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Barat pada triwulan IV-2025 sebesar 1,69 persen secara tahunan. Capaian ini menunjukkan fondasi ekonomi daerah yang tetap terjaga dan berkelanjutan.
Dari sisi perbankan, total aset bank di Sumatera Barat hingga Desember 2025 mencapai Rp85,37 triliun. Penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat sebesar Rp73,86 triliun, sementara dana masyarakat yang berhasil dihimpun melalui Dana Pihak Ketiga mencapai Rp58,98 triliun. OJK menilai kondisi ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang masih kuat terhadap industri perbankan.
Penyaluran kredit kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi perhatian utama. Hingga akhir 2025, pembiayaan UMKM mencapai lebih dari Rp31 triliun atau sekitar 42 persen dari total kredit perbankan. Meski mengalami penyesuaian, UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah, terutama bagi masyarakat di kawasan pesisir dan sentra usaha rakyat.
Sementara itu, perbankan syariah di Sumatera Barat menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional. Total aset bank syariah tumbuh dua digit, disertai peningkatan pembiayaan dan penghimpunan dana masyarakat. Risiko pembiayaan juga dinilai masih terkendali, menandakan pengelolaan yang sehat dan berkelanjutan.
Kinerja positif juga ditunjukkan oleh Bank Perekonomian Rakyat (BPR), baik konvensional maupun syariah. Sebagian besar pembiayaan BPR disalurkan ke sektor UMKM, memperkuat peran BPR sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat nagari dan pelaku usaha kecil.
Di sektor pasar modal, minat masyarakat Sumatera Barat untuk berinvestasi terus meningkat. Jumlah investor yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) melonjak signifikan sepanjang 2025. Kenaikan tertinggi terjadi pada investor reksa dana, diikuti oleh investor saham dan Surat Berharga Negara. OJK menilai tren ini menunjukkan meningkatnya literasi dan kesadaran masyarakat terhadap investasi jangka panjang.
Pada industri keuangan non-bank, perusahaan pembiayaan dan fintech lending juga mencatat pertumbuhan yang positif. Penyaluran pembiayaan meningkat dengan tingkat risiko yang tetap terjaga. Fintech lending dinilai semakin berperan dalam memperluas akses pembiayaan masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha dan generasi muda.
Selain fokus pada pertumbuhan industri, OJK Sumatera Barat juga terus mengintensifkan edukasi dan pelindungan konsumen. Sepanjang 2025, puluhan kegiatan edukasi keuangan telah dilaksanakan secara langsung maupun melalui media, menyasar masyarakat umum, UMKM, hingga pelajar dan mahasiswa. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk jasa keuangan sekaligus mencegah aktivitas keuangan ilegal.
Di bidang pelindungan konsumen, OJK mencatat ratusan pengaduan masyarakat yang sebagian besar berkaitan dengan penagihan, dugaan penipuan, restrukturisasi kredit, serta layanan informasi keuangan. OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan dan memastikan hak-hak konsumen terlindungi.
OJK berharap kinerja positif sektor jasa keuangan ini dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat peran Sumatera Barat sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Indonesia. (JP)
Tim Redaktur: Respon Radio

