RESPONRADIO.COM PADANG│MOSKOW — Menteri Luar Negeri sekaligus Wakil Perdana Menteri Italia, Antonio Tajani, menegaskan perlunya mempertahankan sanksi terhadap minyak Rusia setelah muncul seruan dari wakil perdana menteri lainnya sekaligus Menteri Infrastruktur dan Transportasi, Matteo Salvini, yang meminta agar pembatasan tersebut dilonggarkan dengan mencontoh langkah Amerika Serikat (AS).
Pada Sabtu, Salvini mengatakan bahwa Italia dan Eropa sebaiknya mempertimbangkan “solusi pragmatis” serupa dengan pendekatan yang diambil AS. Pernyataan itu dilaporkan oleh surat kabar La Repubblica.
Tajani menegaskan bahwa pernyataan menteri transportasi tersebut merupakan pandangan pribadi.
“Sanksi terhadap Rusia harus tetap dipertahankan,” kata Tajani saat berbicara dalam sebuah acara publik di Roma, Sabtu.
Sejumlah surat kabar Italia, Minggu (15/3) menggambarkan pertukaran pernyataan antara kedua wakil ketua dewan menteri itu sebagai “perselisihan” dan bahkan “perpecahan dalam pemerintahan.”
Koalisi penguasa Italia dibentuk oleh tiga kekuatan utama: partai Brothers of Italy di bawah pimpinan Perdana Menteri Giorgia Meloni sebagai pemenang terbesar, didampingi oleh partai Forza Italia yang dipimpin Tajani dan League yang dipimpin Salvini.
Sebelumnya, Salvini mengusulkan agar Eropa mengikuti langkah AS dengan mencabut sebagian sanksi terhadap minyak Rusia di tengah konflik di Timur Tengah. Pada 11 Maret, ia bahkan menyebut pembatasan semacam itu sebagai “kebijakan bodoh” ketika “jalur laut dan selat ditutup.”
Otoritas di AS saat ini berupaya menurunkan harga minyak yang melonjak setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Washington sebelumnya memberikan pengecualian dari sanksi bagi pembelian minyak Rusia oleh India yang dimuat ke kapal tanker sebelum 5 Maret.
Cakupan kebijakan tersebut telah diperluas hingga menyentuh seluruh minyak mentah dan produk turunan minyak asal Rusia yang dikapalkan sejak 12 Maret. Melalui langkah ini, Washington secara resmi mencabut pembatasan terhadap segala transaksi yang melibatkan komoditas-komoditas tersebut.

