RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat sinergi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam mendukung pelaksanaan riset prioritas nasional yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang energi dan pengelolaan sampah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menegaskan LPDP memiliki peran strategis dalam ekosistem riset nasional, terutama dalam mendukung program-program prioritas pemerintah.
“LPDP merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan SDM dan riset nasional. Kami berharap kerja sama yang sudah berjalan baik dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan, khususnya untuk mendukung program-program penelitian prioritas,” kata Mendiktisaintek.
Mendiktisaintek mengungkapkan sejumlah fokus riset yang menjadi arahan Presiden Prabowo, antara lain pengolahan sampah berbasis teknologi (waste-to-energy), konversi kompor LPG ke kompor listrik, serta pengembangan teknologi konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik.
Program tersebut menyajikan kajian utuh yang meliputi dimensi sosial, ekonomi, hingga kebijakan. Selain itu, program ini turut menghadirkan solusi teknis yang memberikan dampak langsung pada masyarakat.
Selain itu, Brian mengusulkan agar riset dilaksanakan secara terdesentralisasi berbasis kampus. Ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dan dunia industri dalam menjalankan model penelitian tersebut.
“Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat implementasi solusi sekaligus memperkuat peran kampus sebagai pusat inovasi,” ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP Sudarto menyampaikan kesiapan LPDP untuk mendukung program-program prioritas tersebut, termasuk melalui skema pendanaan kolaboratif.
Kedua belah pihak turut mendiskusikan penguatan sinergi antara program beasiswa dan agenda riset nasional. Upaya ini mencakup pengembangan skema kolaborasi dengan perguruan tinggi lintas negara, optimalisasi program internasional, hingga pendayagunaan jejaring diaspora akademik guna menyokong aktivitas riset di tanah air.
“Untuk program-program prioritas seperti konversi energi dan pengelolaan sampah, pada prinsipnya kami siap mendukung. Semakin cepat dirumuskan, semakin baik, dan kami terbuka untuk skema kolaborasi termasuk co-funding bersama mitra,” ucap Sudarto.

