RESPONRADIO.COM PADANG│PARIK MALINTANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) memberikan penghargaan kepada 600 relawan karena dinilai aktif membantu upaya penyelamatan dan evakuasi warga di daerah itu yang terdampak serta penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir tahun 2025.
“Kami, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bisa kuat karena bapak dan ibu relawan berada bersama kami, memberikan energi, keberanian, dan harapan,” kata Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis di Parik Malintang, Senin.
Beliau menyampaikan bahwa seluruh relawan beserta pihak terkait telah bersinergi dalam membantu masyarakat melewati masa sulit pascabencana. Ditambahkannya, para relawan ini bekerja sama dengan pemerintah daerah sebagai garda terdepan dalam penanganan warga saat situasi darurat terjadi.
Menurutnya, penghargaan tersebut lebih dari sekadar simbol; itu adalah bentuk apresiasi dan penghormatan mendalam dari pemerintah daerah atas dedikasi serta kemanusiaan para relawan bagi Padang Pariaman.
Kehadiran relawan diakuinya telah memperkuat kapasitas pemerintah dalam melayani sekaligus memastikan bahwa negara hadir mendampingi masyarakat, baik saat situasi darurat maupun pada masa pemulihan pascabencana.
“Kekuatan kami sebagai pemerintah daerah lahir karena ada saudara-saudara relawan yang berdiri bersama kami,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Pemkab Padang Pariaman untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan mempererat semangat gotong royong sebagai fondasi utama dalam membangun daerah yang tangguh menghadapi bencana.
Adapun yang mendapatkan penghargaan tersebut yaitu diantaranya Marinir Yonmarhanlan II Kodam I/BB, Basarnas Kelas II A Padang, Brimob Polda Sumbar, Kodim 0308/Pariaman, Polres Padang Pariaman, PT Hutama Karya Infrastruktur, TP-PKK Nagari Kampung Galapuang Ulakan, Baznas Padang Pariaman, Brigade Rescue Pramuka Padang Pariaman, ASPILA, LA Rafting, serta relawan Kecamatan dan Nagari se-Kabupaten Padang Pariaman.
Namun Pemkab Padang Pariaman menyadari masih banyak relawan yang ikut membantu korban bencana yang terjadi beberapa waktu lalu namun tidak terpantau oleh pemerintah setempat. Oleh karena itu John menyampaikan terimakasih dan berharap apa yang dilakukan dibalas Allah Swt.
Diketahui penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Pemkab Padang Pariaman pada Minggu (11/1) bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun daerah itu yang ke-193.
John menyampaikan akibat bencana tersebut tercatat 9 orang meninggal dunia, 5.622 jiwa terpaksa mengungsi yang tersebar di 33 titik pengungsian, serta terjadi 52 titik longsor dan 77 titik banjir di berbagai wilayah.
Dampak bencana juga merusak infrastruktur vital daerah dengan rincian sebanyak 56 jembatan, 53 irigasi, dan 31 ruas jalan, serta 1.236,8 hektare lahan persawahan terendam yang berimplikasi langsung terhadap ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.
“Berdasarkan hasil penilaian kerusakan dan kerugian lintas sektor, total nilai kerusakan mencapai Rp1,75 triliun, sementara nilai kerugian sebesar Rp1,90 triliun, sehingga total dampak bencana di Kabupaten Padang Pariaman mencapai Rp3,65 triliun,” tambahnya.

