RESPONRADIO.COM PADANG│MALALAK — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memutuskan untuk tetap menutup jalan provinsi Sumatera Barat yang menghubungkan Kota Padang dan Kota Bukittinggi via Sicincin-Malalak-Balingka demi keamanan pemudik.
Budi Setia, Supervisor HSSE PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), mengonfirmasi bahwa penutupan jalan di Malalak, Agam, Sumatra Barat, masih diberlakukan. Saat dihubungi pada Senin, ia menjelaskan bahwa langkah ini diambil lantaran proses perbaikan pascabencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir November 2025 masih terus berjalan.
Ia menambahkan bahwa akses jalan yang menghubungkan Koto Mambang dan Balingka sebenarnya sudah bisa dilalui oleh kendaraan tertentu di luar jam kerja. Namun, izin melintas tersebut masih terbatas dan hanya diperuntukkan bagi warga lokal setempat.
Namun, kendati pada H-5 Lebaran Idul Fitri pekerja telah berhenti bekerja, akses jalan tetap ditutup bagi pemudik karena alasan keamanan.
“Jalur Koto Mambang-Malalak via Balingka belum aman untuk dibuka karena masih terdapat area yang berpotensi longsor,” kata Budi.
Budi menjelaskan bahwa kebijakan penutupan jalan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi lintas sektor yang diselenggarakan di Mapolresta Bukittinggi.
Pengerjaan jalan, lanjutnya, akan kembali dimulai 100 persen pada 29 Maret dengan target penyelesaian menurut Surat Perintah Mulai Kerja adalah Desember 2026.
ANTARA, dengan syarat tidak mendokumentasikan perkembangan pengerjaan jalan, berkesempatan untuk melewati ruas jalan tersebut dari arah Balingka, Kabupaten Agam.
Jalur Malalak kerap digunakan oleh para pemudik sebagai jalur alternatif dan menghindari penerapan sistem one way menjelang Idul Fitri.
Akses jalan yang sebelumnya terputus kini telah dibuka kembali secara total, meski proses perbaikan belum memasuki fase pengaspalan. Jejak kerusakan akibat tingginya intensitas hujan pada November 2025 masih tampak di beberapa lokasi, termasuk di kilometer 82 yang mengalami amblesan sepanjang 200 hingga 300 meter.
Aktivitas perbaikan yang masih berlangsung juga terkonsentrasi di sejumlah titik, tepatnya pada kilometer 82, 80, dan 79. Sebagai penanggung jawab proyek, PT HKI telah memberlakukan penutupan sementara dengan memasang blokade fisik serta spanduk imbauan guna mencegah kendaraan memasuki area tersebut.

