RESPONRADIO.COM PADANG│SAWAHLUNTO — Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, terus memperkuat pengelolaan sampah dengan menitikberatkan pada edukasi perilaku guna mendorong masyarakat memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.
Upaya ini diperkuat melalui pendampingan Kementerian Lingkungan Hidup dalam penyusunan peta jalan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terkait pengelolaan sampah.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Lingkungan Hidup (DPKP2LH) Sawahlunto, Maizir, menjelaskan bahwa peta jalan tersebut menjadi acuan strategis untuk membangun kesadaran masyarakat secara terukur dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada perubahan kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, turut menyatakan dukungannya terhadap pendekatan edukasi ini sebagai strategi utama dalam pengelolaan sampah di daerah. Menurutnya, edukasi perilaku menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga terbiasa memilah dan mengelola sampah dengan benar.
Ia menilai perubahan perilaku masyarakat merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah kota akan terus mendorong konsistensi edukasi serta partisipasi masyarakat agar budaya bersih dapat tumbuh sebagai kebiasaan bersama.
Selain itu, tim dari kementerian juga melakukan peninjauan lapangan untuk mengevaluasi kesiapan sistem pengelolaan sampah di sejumlah lokasi, seperti pasar, kawasan permukiman, hingga tempat pemrosesan akhir.
Efektivitas bank sampah juga menjadi perhatian dalam upaya mengurangi volume sampah dari sumbernya. Menurutnya, pendekatan komunikasi publik memiliki peran penting agar pesan pengelolaan sampah tidak hanya tersampaikan, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Pemerintah Kota Sawahlunto menilai edukasi yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam membangun budaya bersih di tengah masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat mendukung target nasional pengurangan sampah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.

