RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG — Nama Boubakary Diarra masuk ke dalam salah satu project perombakan besar-besaran Semen Padang FC di paruh musim ini. Ia masuk dalam bidikan pertama tim itu.
Boubakary lahir di Villepinte Prancis, 30 Agustus 1093 atau saat ini berusia 32 tahun. Ia memiliki kewarganegaraan Prancis dan Mali, namun karier sepak bolanya ia dipoles di tim junior Torino di Italia.
Untuk pemain seusianya merupakan fase sangat senior dan kenyang akan pengalaman berkompetisi.
Memiliki postur 187 cm, gelandang bertahan ini merintis karier sepak bolanya di Torino pada tahun 2013. Ia tercatat pernah memperkuat sejumlah klub internasional, di antaranya AC Bra, Tondela, dan Kazma. Sebelum bergabung dengan PSIS Semarang sebagai klub terakhirnya, ia juga sempat merumput di liga Portugal, Lithuania, dan Malta.
Rerata ia bertahan satu musim kompetisi di klub yang dibelanya. Ia sepat menjadi bagian dari Timnas U-20 Mali pada tahun 2012.
Ekspektasi tinggi menyertai kehadiran keduanya di Indonesia untuk memperkuat pertahanan Kabau Sirah. Ia diproyeksikan menjadi pilar penting dalam upaya tim mengejar target bertahan di liga utama dan menjauh dari zona degradasi.
Di bawah kepemimpinan pelatih Dejan Antonić, Semen Padang FC melakukan perombakan besar-besaran pada komposisi pemain asing di paruh musim ini. Manajemen mengambil langkah berani dengan mendatangkan delapan legiun asing baru dan memutus kontrak mayoritas pemain asing yang sebelumnya direkrut pada era pelatih Eduardo Almeida.
Masuknya Diarra tampaknya menjadi jawaban atas kebutuhan taktik Dejan di Semen Padang. Kualitas yang ia tunjukkan saat berseragam PSIS Semarang menjadi alasan kuat bagi Kabau Sirah untuk menggunakan jasanya.
Semen Padang FC juga telah meresmikan kedatangan beberapa pemain asing lainnya untuk memperkuat kedalaman skuad. Nama-nama seperti Ravy Tsouka, Jaime Giraldo, Kianz Froese, Kazaki Nagawa, dan Gueillermo Fernandez kini telah resmi bergabung dengan tim berjuluk Kabau Sirah tersebut.

