RESPONRADIO.COM PADANG│KOTA PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan investasi di sektor padat karya mencapai Rp13,3 triliun pada 2027 sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, di Padang, Rabu, menyebut tahun 2027 menjadi titik penting dalam peningkatan investasi di daerah tersebut.
Target ini merupakan bagian dari proyeksi kenaikan investasi yang diperkirakan meningkat dari Rp11,9 triliun pada 2026 hingga mencapai Rp18,8 triliun pada 2030.
Ia menjelaskan, arah kebijakan difokuskan pada hilirisasi sektor pertanian, pengembangan pariwisata unggulan, energi terbarukan, pembangunan infrastruktur, serta penguatan UMKM dan industri lokal.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui investasi padat karya yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam penyerapan tenaga kerja.
Ke depan, strategi investasi Sumbar akan bertumpu pada empat pilar utama. Salah satunya adalah penguatan infrastruktur dan konektivitas, termasuk pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru, proyek flyover Sitinjau Lauik, serta peningkatan jalur Bukittinggi–Payakumbuh sebagai jalur perdagangan utama.
Selain itu, strategi investasi juga mencakup pengembangan sektor maritim melalui optimalisasi Pelabuhan Teluk Tapang sebagai pusat distribusi komoditas unggulan daerah. Upaya lainnya adalah memperkuat energi terbarukan dengan memaksimalkan potensi panas bumi di sejumlah lokasi strategis.
Di sisi lain, pemerintah daerah turut mendorong penguatan sektor pariwisata dan ketahanan kawasan, termasuk pengembangan Kawasan Mandeh serta Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai destinasi unggulan yang berkelanjutan.
Vasko menegaskan bahwa berbagai program tersebut bukan sekadar proyek biasa, melainkan portofolio strategis yang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat dalam jangka panjang.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti dua proyek prioritas, yakni pengembangan energi panas bumi dengan potensi mencapai 165 megawatt elektrik serta pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru sepanjang 255 kilometer.
Selain itu, pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan keselamatan transportasi di jalur utama Sumatera Barat.

