RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya juga memperhatikan sekolah-sekolah, RS, dan puskesmas-puskesmas yang rusak akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, di tengah upaya pemerintah mempercepat pembangunan hunian untuk pengungsi.
Saat memimpin rapat terbatas di Aceh Tamiang pada hari Kamis, Presiden menginstruksikan percepatan perbaikan dan pembangunan kembali fasilitas vital seperti sekolah, rumah sakit, dan puskesmas. Langkah ini diambil guna memastikan sarana pelayanan publik di wilayah terdampak bencana tersebut dapat segera beroperasi normal.
Saya juga minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan, sama puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit, supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” kata Presiden Prabowo kepada jajaran menteri saat rapat terbatas.
Presiden Prabowo kembali memimpin rapat terbatas untuk kedua kalinya guna membahas penanggulangan dampak bencana di wilayah Sumatera. Pertemuan strategis yang berlangsung di kompleks Rumah Hunian Danantara, Kabupaten Aceh Tamiang tersebut, dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, yang juga COO Danantara, kemudian Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Kemudian, ada pula Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan jajaran direksi dari 15 BUMN yang terlibat dalam pembangunan hunian untuk para pengungsi.
Bencana dahsyat berupa banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25 November 2025. Peristiwa ini memicu krisis kemanusiaan besar dengan jatuhnya korban jiwa hingga lebih dari seribu orang, ratusan warga dinyatakan hilang, serta hancurnya puluhan ribu hunian dan infrastruktur vital seperti rumah sakit, sekolah, serta jembatan.
Walaupun demikian, sebulan setelah bencana, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya pada minggu ini (29/12/2025) mengumumkan sebanyak 87 rumah sakit (RS) yang terdampak bencana di Sumatera telah kembali beroperasi dan memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.
“Menurut Pak Menkes (Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, red.), ada 87 RS yang terdampak, semuanya lumpuh. Dalam satu bulan ini, semuanya, 87 itu sudah bisa melayani pasien. Ada yang belum sempurna, tetapi yang pasti dari 87 itu, semuanya sudah bisa pasien datang, diobati,” kata Seskab Teddy dalam sesi jumpa pers di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 29 Desember 2025.
Tidak hanya RS, Teddy melanjutkan pemerintah juga bekerja keras memulihkan kembali ratusan puskesmas yang lumpuh akibat banjir bandang. Dari total 867 puskesmas yang terdampak bencana, sebagian besar telah beroperasi dan menyisakan delapan puskesmas yang belum dapat beroperasi normal.
Di sektor pendidikan, Seskab Teddy menjelaskan pemerintah juga terus berupaya memulihkan kembali bangunan-bangunan sekolah yang terendam timbunan lumpur dan material bawaan banjir bandang. Pembersihan-pembersihan material banjir terus dilakukan oleh prajurit-prajurit TNI di lokasi-lokasi terdampak bencana, termasuk di bangunan-bangunan sekolah.
Seskab Teddy menyampaikan setelah sempat tertimbun lumpur, sejumlah sekolah saat ini telah bersih kembali, dan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, anak-anak sekolah saat ini masih libur.
“Walaupun musim libur, anak-anak pengungsian main ke sana, sekolah, belajar sedikit,” kata Seskab Teddy.
Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com

