RESPONRADIO.COM PADANG│KOTA PADANG — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian memaparkan kondisi jalan nasional serta perekonomian masyarakat yang terdampak akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) akhir November 2025.
“Untuk akses jalan darat yang paling banyak kuningnya atau artinya ada gangguan baik jalan nasional, provinsi dan kota itu di Kabupaten Solok,” kata Mendagri RI Tito Karnavian di Kota Padang, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan oleh Mendagri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi percepatan rehabilitasi. Agenda tersebut dihadiri oleh Kepala BNPB, Wamen PPPA, serta jajaran kepala daerah di Sumatera Barat, mulai dari Gubernur hingga Bupati dan Wali Kota.
Kerusakan jalan nasional juga melanda sejumlah titik di Kabupaten Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, dan satu ruas di Kota Pariaman. Meski demikian, skala dampak di wilayah-wilayah tersebut dilaporkan tidak sebesar kerusakan yang terjadi di Kabupaten Solok.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa denyut ekonomi di Kabupaten Limapuluh Kota masih lesu. Hal ini disebabkan oleh sejumlah pasar tradisional yang belum mampu kembali beroperasi secara normal pascabencana alam yang melanda kawasan tersebut.
Selain itu, kondisi perekonomian warga juga belum sepenuhnya pulih di Kabupaten Tanah Datar karena masih ada pasar, toko, restoran hingga hotel yang juga belum bisa beroperasi penuh.
“Kami juga menerima laporan aktivitas ekonomi dan wisata di sekitar Danau Maninjau, Kabupaten Agam juga belum pulih,” ujar dia.
Pada rapat itu, eks Kapolri tersebut menyebut terdapat empat daerah yang mesti mendapatkan perhatian khusus pascabencana alam. Keempatnya yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Pesisir Selatan.
“Keempat daerah ini perlu kerja bersama agar proses pemulihannya bisa secepatnya dituntaskan,” kata dia,

