RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen pemerintahannya terhadap reformasi pasar modal yang bertujuan memperkuat kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuan dengan investor internasional, kata Kepala Investasi Danantara, Pandu Sjahrir, pada hari Jumat, setelah sesi di Washington, DC.
Diskusi selama dua jam tersebut melibatkan investor-investor besar dari Los Angeles, New York, London, dan seluruh Eropa, yang berinteraksi langsung dengan Prabowo mengenai reformasi pasar dan peluang jangka panjang.
“Kami membahas reformasi di pasar modal,” kata Pandu, seraya menekankan pentingnya perbaikan regulasi dan struktural.
Investor mencatat peran penting pasar modal dalam membangun kepercayaan terhadap arah perekonomian Indonesia dan potensi keuntungannya.
Prabowo menyoroti perlunya memperkuat sistem hukum dan memastikan kepastian regulasi sebagai elemen dasar dari agenda reformasi.
“Isu-isu ini mendapat apresiasi luas dari para investor, yang melihat kepastian hukum sebagai kunci untuk mendorong investasi jangka panjang,” kata Pandu.
Para peserta memuji fokus Prabowo pada pembangunan kepercayaan dan komitmennya untuk meningkatkan supremasi hukum di pasar keuangan.
Pembentukan BPI Danantara, sebuah badan investasi negara yang diprakarsai oleh Prabowo, juga mendapat tanggapan positif dari para investor.
Banyak investor global memiliki pengalaman bermitra dengan dana kekayaan negara di seluruh dunia dan memandang Danantara sebagai mitra lokal yang strategis.
Beberapa investor menyatakan minat untuk memulai investasi melalui struktur kemitraan, dengan Danantara berperan sebagai pintu gerbang bagi masuknya modal ke Indonesia, katanya.
Pertemuan tersebut menggarisbawahi upaya Jakarta untuk memodernisasi infrastruktur keuangan dan memperkuat kepercayaan investor sekaligus memposisikan negara ini sebagai pasar negara berkembang yang lebih kompetitif.

