RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bergerak cepat mendukung pemulihan pascabencana di Sumatra Barat. Sebagai langkah nyata, emiten semen pelat merah ini mulai mengirimkan 36.000 unit bata interlock presisi untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kampung Talang, Kota Padang.
Pelepasan pengiriman perdana ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, bersama Komisaris Utama SIG, Sigit Widyawan, di kawasan Pabrik Indarung PT Semen Padang, Kamis (12/2/2026).
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni menegaskan bahwa dalam kondisi darurat pascabencana, kecepatan dan keamanan hunian adalah prioritas utama. Bata interlock presisi hadir sebagai solusi konstruksi yang tidak hanya kuat, tetapi juga mampu memangkas waktu pembangunan secara signifikan.
“Ini adalah bentuk nyata peran SIG dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak,” ujar Vita dalam keterangan resminya.
Inovasi bata interlock ini merupakan langkah nyata dalam menghadirkan solusi konstruksi yang lebih dari sekadar produk biasa. Menurut Vita, pengembangan produk derivatif tersebut selaras dengan pilar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam upaya percepatan penyediaan infrastruktur perumahan yang berkelanjutan serta berwawasan lingkungan.
“Inovasi ini menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem perumahan nasional yang lebih tangguh terhadap bencana,” tambahnya.
Proyek di Kampung Talang ini merupakan kolaborasi antara Kadin Sumatra Barat dan Kadin Indonesia. SIG memastikan kapasitas produksi melalui PT Semen Padang sangat memadai. Untuk rumah tipe 36, SIG mampu memasok kebutuhan hingga 120 unit huntap per bulan, dengan jangkauan distribusi meliputi Sumbar, Sumut, hingga Aceh.
Sebelum mendarat di Padang, teknologi bata interlock SIG telah teruji di berbagai proyek strategis, termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek percontohan di Jakarta Timur.
Tak hanya soal kekuatan, SIG juga mengedepankan aspek lingkungan. Produk ini menggunakan semen hijau yang memiliki emisi karbon 38% lebih rendah dibandingkan semen konvensional.
“Dengan TKDN lebih dari 90%, penggunaan semen hijau SIG berarti mendukung kemajuan industri dalam negeri sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” pungkas Vita.

