RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional harus kembali berlandaskan ekonomi kerakyatan sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 guna menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat.
Dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, Prabowo menyatakan bahwa perjuangan untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, para pendiri bangsa telah merancang sistem ekonomi kekeluargaan yang memberikan ruang bagi seluruh elemen masyarakat untuk berperan dan berkembang.
Prabowo menjelaskan bahwa konsep ekonomi tersebut bertujuan agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh semua lapisan masyarakat. Ia juga menyoroti sistem kapitalisme neoliberal yang selama beberapa dekade terakhir mengandalkan teori trickle-down effect atau pemerataan kesejahteraan melalui pertumbuhan ekonomi.
Namun, Presiden menilai pengalaman selama bertahun-tahun membuktikan bahwa pendekatan neoliberal belum mampu menghadirkan kesejahteraan secara merata. Ia mengaku telah lama mengingatkan bahwa sistem tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat luas.
Selain itu, Prabowo menilai sejumlah negara Barat yang sebelumnya menjadi pengusung utama kebijakan neoliberal kini mulai meninggalkan pendekatan tersebut dan lebih memprioritaskan kebijakan yang melindungi kepentingan nasional masing-masing.
Karena itu, pemerintah berkomitmen melanjutkan berbagai program untuk memperkuat perekonomian nasional, termasuk pengembangan koperasi sebagai pilar utama ekonomi Indonesia. Presiden menegaskan akan terus menjalankan amanat rakyat dengan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat demi mewujudkan kemakmuran yang sebesar-besarnya.

