Enam Hari Operasi, Kebakaran TPA Jatiwaringin Tinggal 3,6%

RESPONRADIO.COM PADANG│TANGGERANG — Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, menunjukkan hasil signifikan setelah enam hari penanganan intensif. Dari sekitar 70 persen area yang sebelumnya dilalap api, kini hanya tersisa sekitar 3,6 persen yang masih dalam proses pemadaman.

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat meninjau langsung lokasi kebakaran pada Minggu (5/7). Ia mengapresiasi kerja sama berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran selama hampir sepekan terakhir.

Menurut Jumhur, sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni, Dinas Kesehatan, serta sejumlah kementerian lainnya berhasil mempercepat pengendalian api. Ia berharap sisa titik api dapat dipadamkan sepenuhnya pada hari yang sama atau keesokan harinya.

“Alhamdulillah, ini hari keenam dan berkat kerja keras semua pihak, mulai dari BNPB, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni, Dinas Kesehatan, hingga dukungan berbagai kementerian, kondisi kebakaran terus membaik. Dari sekitar 70% area yang semula terbakar, kini tinggal sekitar 3,6%. Mudah-mudahan sore atau besok bisa benar-benar tuntas,” ujar Jumhur.

Keberhasilan tersebut dicapai melalui berbagai metode pemadaman yang dilakukan secara bersamaan, mulai dari water bombing, penyiraman serta injeksi air ke lapisan bawah timbunan sampah, hingga pemadaman dari darat yang dilakukan secara berkelanjutan.

Meski kondisi kebakaran hampir sepenuhnya terkendali, Jumhur mengingatkan potensi munculnya kebakaran baru akibat cuaca panas yang dipicu fenomena El Nino. Karena itu, ia meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengelola tempat pemrosesan akhir sampah.

Ia meminta para bupati dan wali kota memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar TPA, menyiapkan sumber air, mendekatkan peralatan pemadam kebakaran, serta melakukan langkah mitigasi sejak dini. Sebagai panduan, Kementerian Lingkungan Hidup telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kesiapsiagaan dan Antisipasi Kebakaran di TPA pada Kondisi Cuaca Panas Ekstrem.

Sementara itu, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan mengatakan operasi modifikasi cuaca masih menunggu terbentuknya awan yang memenuhi syarat berdasarkan informasi dari BMKG dalam enam hingga tujuh hari mendatang. Selama itu, upaya pemadaman tetap dilakukan melalui water bombing dan penyemprotan air dengan metode injeksi ke dalam timbunan sampah.

Di sisi lain, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid memastikan tidak ada warga yang harus dirujuk ke rumah sakit akibat kebakaran tersebut. Dinas Kesehatan juga terus bersiaga di posko pengungsian sejak hari pertama untuk memberikan pelayanan kepada warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com