RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Banjir rob kembali merendam sejumlah wilayah pesisir di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah pada Senin (13/7). Fenomena yang terjadi sejak pagi tersebut disertai peringatan gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan utara maupun selatan Jawa Tengah yang berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanfadhila, menjelaskan bahwa pola banjir rob kali ini berbeda dari biasanya. Jika umumnya air pasang terjadi pada sore hingga malam hari, kali ini rob sudah berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 10.00 WIB dengan ketinggian mencapai satu meter. Wilayah yang terdampak meliputi Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, hingga Rembang.
Menurut Shafira, banjir rob tersebut berpotensi menghambat berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari transportasi, proses bongkar muat di pelabuhan, budidaya perikanan darat, hingga kegiatan para petani garam. Selain itu, BMKG juga memperingatkan adanya gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Karimunjawa bagian barat dan timur serta di perairan selatan dari Cilacap hingga Purworejo.
BMKG mengimbau kapal nelayan, tongkang, serta kapal penumpang dan barang untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kecepatan angin melebihi 15 knot. Secara umum, angin di wilayah Jawa Tengah bertiup dengan kecepatan antara 5 hingga 30 kilometer per jam.
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memprakirakan cuaca di Jawa Tengah akan cerah berawan hingga berawan sepanjang hari tanpa hujan. Memasuki musim kemarau, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan akibat banyaknya vegetasi kering. Saat ini, suhu udara di Jawa Tengah berkisar antara 16 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 45 hingga 95 persen.

