RESPONRADIO.COM PADANG│SOLOK — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan pembangunan sabo dam atau penahan aliran lahar di kawasan hulu sungai yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Saat meninjau penanganan dampak bencana pada Selasa malam, Dody mengatakan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah diminta mempercepat pembangunan tersebut dan tim teknis balai sabo sudah berada di lokasi.
Menurut Dody, percepatan pembangunan sabo dam penting dilakukan karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Di kawasan hulu Sungai Batang Baliang juga masih terdapat material sisa banjir bandang berupa kayu, batu, dan lumpur yang sewaktu-waktu dapat kembali terbawa arus. Sabo dam dan check dam diharapkan dapat menahan material tersebut agar tidak langsung mengalir ke permukiman warga di wilayah hilir.
Dody mengatakan Kementerian PU telah mengevaluasi pengalaman penanganan bencana di sejumlah daerah sebagai dasar untuk mempercepat pembangunan struktur pengendali material di lokasi yang dinilai aman. Setelah desain teknis sabo dam rampung, pihaknya juga menginstruksikan penambahan alat berat dan material pendukung konstruksi. Percepatan pembangunan infrastruktur tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan pascabencana dilakukan secara cepat dan tanggap untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak.
Selain pembangunan infrastruktur pengendali banjir, Kementerian PU juga memastikan kebutuhan air bersih bagi warga dan pengungsi tetap terpenuhi. Dody menyebut pasokan air bersih terus disalurkan dan dipastikan aman bagi masyarakat terdampak. Di sisi lain, pemerintah secara bertahap mulai memperbaiki jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sepanjang sekitar dua kilometer yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada Senin (21/9) malam.

