RESPONRADIO.COM PADANG│LUBUKBASUNG — TNI Angkatan Darat mengambil langkah sigap dengan menyediakan dan menyalurkan konsumsi bagi 168 warga yang terkena dampak bencana. Para penyintas tersebut kini tengah mengungsi di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam.
Lettu CBA Apri Azis, selaku Kepala Tim Dapur Lapangan Palembayan Bekangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, menyampaikan di Lubuk Basung pada hari Jumat bahwa termasuk rutin menyediakan konsumsi tiga kali sehari bagi para pengungsi melalui dapur umum tersebut.
“Untuk pagi dan malam kita menyediakan sebanyak 168 porsi. Khusus makan siang 250 porsi, karena juga memenuhi kebutuhan anggota TNI yang sedang bekerja dalam membangun hunian sementara di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan,” katanya.
Ia mengatakan menu makanan yang disediakan menyesuaikan dan bervariasi mulai telur, ikan teri, kentang, ayam dan lainnya.
Bahan makanan itu didukung oleh Dinas Sosial Agam dan pemerintah nagari.
“Tidak ada kendala baik dari bahan maupun kebutuhan lainnya selama dapur umum dibuka,” katanya
Posko dapur umum ini mulai beroperasi sejak 1 Desember 2025, tepat tiga hari pasca-banjir bandang menghancurkan kawasan tersebut pada 27 November 2025.
Sebelumnya, Bekangdam XX/Tuanku Imam Bonjol membuka dua dapur umum di Kecamatan Palembayan yakni, di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia dan SDN 07 Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur.
Setiap harinya sebanyak 3.000 porsi makanan yang disediakan atau 500 porsi setiap dapur umum mendistribusikan satu kali masak untuk memenuhi penyintas di dua nagari itu.
“Berselang waktu, jumlah penyintas mulai berkurang, karena mereka sudah mandiri, sehingga makanan yang disediakan juga dikurangi,” katanya.
Ia mengakui Bekangdam XX/Tuanku Imam Bonjol masih membuka 13 dapur umum untuk memenuhi kebutuhan penyintas di lokasi bencana alam Sumbar.
Khusus di Agam, dapur umum dibuka di Palembayan, Maninjau, Sungai Tanang dan Canduang.
Sementara Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi menambahkan saat ini ada tujuh dapur umum yang masih aktif di Agam.
“Sebelumnya 16 dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan bagi penyintas dan sekarang tinggal tujuh dapur umum,” katanya.
Ia menambahkan dapur umum di bawah pengelola Dinas Sosial tidak ada, karena saat transisi dapur umum dikelola masyarakat.
Namun Dinas Sosial memberikan suport kepada dapur umum berupa beras, minyak goreng, mie instan dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan.

