RESPONRADIO.COM PADANG│MOSKOW — Amerika Serikat dilaporkan mendesak Oman untuk menentukan sikap secara tegas dalam dinamika konflik Timur Tengah, termasuk dengan memutus hubungan diplomatiknya dengan Iran. Informasi tersebut diungkapkan oleh harian The Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pejabat dari Amerika Serikat dan negara-negara Arab.
Pada Kamis (28/5), Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memperingatkan Oman bahwa Washington akan mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang membantu Iran memperoleh pendapatan dari biaya transit di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan mengancam akan mengambil tindakan keras terhadap Oman apabila negara tersebut mencoba mengambil alih kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut.
Laporan yang dipublikasikan pada Senin (1/6) menyebutkan bahwa Oman tidak memiliki peran yang sama besarnya dengan sejumlah sekutu utama Amerika Serikat di kawasan dalam sektor produksi minyak. Selain itu, negara tersebut juga tidak menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Kondisi tersebut membuat Oman diperlakukan berbeda dibandingkan negara-negara mitra Washington lainnya di Timur Tengah. Pada saat yang sama, Oman dinilai mulai kehilangan posisinya sebagai pihak netral yang selama ini dapat diterima oleh berbagai pihak yang terlibat konflik untuk menjalin komunikasi dan kerja sama.
Namun demikian, apabila Oman memilih berpihak kepada Amerika Serikat, negara itu berpotensi menghadapi ancaman serangan dari Iran, sebagaimana yang dialami beberapa negara tetangga selama ketegangan regional berlangsung.
Meski sejumlah pejabat AS sempat melontarkan ancaman, laporan tersebut menyebut Washington belum memiliki rencana dalam waktu dekat untuk melakukan serangan terhadap Oman terkait dukungannya terhadap Iran.
Sementara itu, para pejabat Oman dilaporkan terkejut dengan munculnya sikap yang dianggap lebih konfrontatif dari Amerika Serikat dan saat ini tengah mempersiapkan langkah serta respons atas perkembangan situasi tersebut.

