BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi Cegah Karhutla

RESPONRADIO.COM PADANG│JAMBI  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jambi selama satu pekan sebagai langkah pencegahan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya titik api, terutama di kawasan yang rentan mengalami kekeringan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan operasi tersebut difokuskan pada pembasahan wilayah rawan karhutla, khususnya lahan gambut yang mudah terbakar saat curah hujan menurun. Menurutnya, strategi penanggulangan karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman, tetapi juga mengutamakan langkah pencegahan melalui modifikasi cuaca sebelum kebakaran meluas.

Pelaksanaan OMC berlangsung pada 5 hingga 12 Juni 2026 dan merupakan tindak lanjut dari status siaga darurat karhutla yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jambi sejak 27 April hingga November 2026. Beroperasi dari Bandara Sultan Thaha Jambi, kegiatan ini melibatkan kerja sama BNPB, BMKG, dan TNI Angkatan Udara. Pada tahap awal, penyemaian garam telah dilakukan di sejumlah daerah rawan, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi. Hujan lokal yang turun di beberapa wilayah tersebut menunjukkan hasil awal yang positif dari operasi tersebut.

Jambi menjadi salah satu dari enam provinsi prioritas yang mendapat dukungan teknologi modifikasi cuaca dari pemerintah pusat. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa meskipun kondisi ENSO masih berada pada fase netral, terdapat indikasi penguatan menuju El Nino yang berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih kering pada 2026. Saat ini, jumlah titik panas di Indonesia tercatat mencapai 1.601 titik, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. BNPB pun mengajak pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk memperkuat upaya pencegahan sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020, termasuk melalui pembasahan lahan gambut agar tidak mudah terbakar saat musim kemarau mencapai puncaknya.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com