RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin pagi (8/6). Akibat kejadian tersebut, sebanyak 25 wilayah di Indonesia ditetapkan dalam status Siaga dan Waspada.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa pusat gempa berada di laut, sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Berdasarkan hasil analisis dan pemodelan yang dilakukan BMKG, gempa tersebut berpotensi memicu gelombang tsunami yang dapat mencapai sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Menurut Wijayanto, BMKG membagi tingkat ancaman menjadi dua kategori, yakni Siaga dan Waspada. Daerah yang berstatus Siaga diminta meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan evakuasi dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Sebanyak 15 wilayah masuk kategori Siaga, meliputi Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung. Sementara itu, 10 wilayah berstatus Waspada, yaitu Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Kota Bontang, Berau, serta sebagian wilayah Minahasa Selatan.
Hingga pukul 07.00 WIB, BMKG masih terus memantau aktivitas seismik di sekitar lokasi gempa. Tercatat satu kali gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 6,7. Luasnya wilayah yang terdampak, mulai dari Maluku Utara hingga Kalimantan Utara, menunjukkan besarnya energi gempa tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, sementara koordinasi antara BMKG dan pemerintah daerah terus dilakukan guna memastikan kesiapan mitigasi bencana dan pelaksanaan prosedur evakuasi sesuai standar keselamatan.

