Dari Negeri Sakura ke Ranah Minang: Petualangan Baru Kazaki Nakagawa Bersama Semen Padang FC

RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG  Kazaki Nakagawa hari di tengah-tengah skuad Semen Padang FC dengan misi pasti nan jelas, membantu Kabau Sirah lepas dari zona degradasi dan bertahan di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

Pemain beusia 30 tahun kelahiran Saitama, Jepang, 3 Juli 1995 hadir sebagai ‘samurai’ baru Semen Padang di lini depan.

Berposisi sebagai gelandang serang, pemain bertubuh ramping seperti kebanyakan para pemain Jepang yang merumput di Indonesia itu diharapkan menjadi kekuatan ulet dan tajam menyisir pertahanan lawan tim yang bermarkas di Indarung Padang itu.

Kendati berstatus pendatang baru di Liga Indonesia, ia sudah memiliki gambaran luas mengenai kompetisi ini berkat informasi dari sesama pemain Jepang yang telah lebih dulu berkarier di tanah air.

Kazaki telah bergabung dalam latihan bersama Semen Padang FC sejak beberapa waktu lalu, dan langsung mendapat polesan dari pelatih Dejan Antonic.

Datang ke Semen Padang FC, pemain yang memiliki tinggi 175 centimeter itu tahu yang harus diperbuatnya. Bukan merintis point seperti mengawali kompetisi, namun dituntut untuk membantu tim dengan mengerahkan kemampuannya terbaiknya untuk mendapat poin yang sangat berharga bagi Semen Padang saat ini.

Walaupun tidak lagi muda secara usia, pengalamannya menjadi aset krusial bagi tim untuk bangkit dari zona degradasi yang selalu dihindari setiap pemain. Apalagi, saat ini kian banyak talenta asal Negeri Sakura yang sukses menjadi pilar utama di berbagai klub tanah air.

Ia akan berkolaborasi dengan jajaran pemain asing seperti Boubakary Diarra, Ravy Tsouka, Guilermo Fernandez, Kianz Froese, dan Jaime Glardo, serta seluruh skuat Semen Padang lainnya. Mereka mengusung satu misi utama: menyelamatkan tim dari ancaman zona degradasi.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com