Indonesia-Korsel Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA  Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sepakat meningkatkan status hubungan bilateral dari Kemitraan Strategis Khusus menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus guna mendorong pertumbuhan yang inklusif serta kesejahteraan bersama di masa mendatang.

Dalam pernyataan bersama, Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan komitmen tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama kedua negara ke depan.

Pernyataan itu dipublikasikan melalui portal Kementerian Luar Negeri RI pada Rabu (8/4), menyusul kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea Selatan pada 31 Maret hingga 1 April atas undangan Presiden Lee Jae Myung.

Selama kunjungan tersebut, kedua pemimpin mengumumkan peningkatan status kemitraan sekaligus mengapresiasi perkembangan hubungan bilateral yang terus meluas sejak terjalinnya hubungan diplomatik pada 1973.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor, seperti diplomasi dan keamanan, ekonomi, budaya, pertukaran masyarakat, hingga isu regional dan global.

Selain itu, kedua negara menilai kemitraan Indonesia dan Korea Selatan telah memberikan kontribusi penting dalam menjaga perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran di tingkat kawasan maupun dunia.

Kedua negara menegaskan bahwa Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus akan difokuskan pada kerja sama nyata yang berorientasi ke masa depan. Kolaborasi tersebut mencakup berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama, baik yang telah berjalan maupun potensi kerja sama baru, demi manfaat bagi kedua negara serta kawasan yang lebih luas.

Dalam konteks itu, keduanya berkomitmen untuk memperkuat sinergi melalui lima pilar utama guna mendorong terwujudnya kemitraan yang lebih solid, saling menguntungkan, dan inovatif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masing-masing negara.

Adapun lima pilar kerja sama tersebut meliputi bidang politik dan keamanan; perdagangan, investasi, dan industri; teknologi maju, transisi energi, serta ekonomi hijau; sosial budaya dan pertukaran masyarakat; serta kerja sama di tingkat regional dan global.

Dalam sektor politik dan keamanan, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae Myung sepakat untuk meningkatkan intensitas pertukaran tingkat tinggi antara kedua negara. Mereka juga mendukung kunjungan antar-parlemen serta memperluas komunikasi di berbagai tingkatan dan sektor pemerintahan guna memperkuat pemahaman dan kepercayaan bersama.

Pada bidang perdagangan, investasi, dan industri, kedua pemimpin menilai kerja sama ekonomi sebagai pilar utama hubungan saling menguntungkan antara Indonesia dan Korea Selatan. Karena itu, mereka berkomitmen mempererat kolaborasi, khususnya dalam mendorong peran sektor swasta di kedua negara.

Selain itu, Prabowo dan Jae Myung bersepakat untuk meningkatkan arus investasi dua arah, termasuk investasi berkualitas yang mampu menciptakan nilai tambah serta mendorong transfer pengetahuan. Mereka juga berupaya memperluas perdagangan bilateral dengan menekankan pentingnya iklim usaha yang stabil, kondusif, dan dapat diprediksi.

Keduanya turut menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di sektor-sektor ekonomi strategis yang berperan dalam pertumbuhan dan pembangunan jangka panjang, seperti manufaktur maju, otomotif, baja, mesin, semikonduktor, mineral kritis dan tanah jarang, industri perkapalan, serta sektor maritim.

Sementara itu, pada bidang teknologi canggih, transisi energi, dan ekonomi hijau, kedua pemimpin sepakat bahwa kecerdasan buatan merupakan hak universal yang seharusnya dapat diakses oleh semua pihak, bukan hanya kelompok tertentu.

Dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae Myung, keduanya turut meluncurkan inisiatif bertajuk “Global AI Universal Basic Society (AI-UBS) Solidarity Initiative” sebagai kerangka kerja untuk memastikan pemenuhan hak-hak dasar setiap individu secara lebih nyata.

Melalui integrasi ekosistem kecerdasan buatan di Indonesia dan Korea Selatan, kedua pemimpin berupaya menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, tata kelola pemerintahan, hingga bidang strategis lainnya.

Pada pilar kerja sama sosial budaya dan pertukaran masyarakat, keduanya menekankan pentingnya interaksi budaya dalam mempererat saling pengertian serta hubungan persahabatan antara masyarakat kedua negara.

Selain itu, mereka kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi di sektor budaya dan industri kreatif, termasuk melalui pembentukan dan operasional Komite Kerja Sama Industri Kreatif Tingkat Tinggi antara Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan (MCST) dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Kedua pemimpin kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di sektor pendidikan guna mencetak talenta global yang mampu memimpin masyarakat di masa depan.

Dalam pilar kerja sama regional dan global, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Korea Selatan terhadap Sentralitas ASEAN, Visi Komunitas ASEAN 2045 beserta rencana strategisnya, serta pandangan ASEAN terhadap Indo-Pasifik (AOIP). Ia juga menyambut rencana Korea Selatan menjadi tuan rumah KTT Peringatan ASEAN-Korea Selatan pada 2029.

Prabowo dan Presiden Lee Jae Myung pun sepakat untuk mempererat kolaborasi dalam memperkuat kemitraan ASEAN-Korea Selatan agar semakin bermakna, substantif, dan saling menguntungkan. Selain itu, keduanya juga berkomitmen meningkatkan kerja sama regional dalam menangani berbagai kejahatan lintas negara yang menjadi perhatian bersama.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com