RESPONRADIO.COM PADANG│SIMPANG EMPAT — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat menegaskan pembangunan sisi darat Pelabuhan Teluk Tapang, Air Bangis, Pasaman Barat akan memberdayakan pekerja lokal yang ada di daerah itu.
“Kita telah berkomitmen dengan pelaksana dan tokoh masyarakat Air Bangis dengan melibatkan tenaga kerja loka nantinya. Dari tenaga kerja nantinya 10 sampai 20 persen akan diambil dari tenaga lokal,” tegas Kepala Kantor KSOP Teluk Bayur Chairul Awaluddin di Air Bangis, Kamis.
Ia juga membuka kesempatan bagi warga terdampak bencana yang kehilangan mata pencaharian untuk ikut bekerja dalam proyek pembangunan sisi darat Pelabuhan Teluk Tapang.
“Kita bersama pelaksana komit memberdayakan tengah kerja lokal. Kami memberikan peluang kepada warga yang memang butuh pekerjaan,” katanya.
PPK Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang dari Kemenhub Laut, Hakim, menyatakan bahwa proyek sisi darat akan dikerjakan oleh PT Sumber Bangun Sentosa. Proyek dengan nilai kontrak Rp83,75 miliar ini ditargetkan selesai dalam 330 hari kerja, tepatnya pada 15 Oktober 2026.
“Pemasangan patok lahan yang di atasnya aman dibangun telah dilakukan bersama KSOP dan dinas terkait. Kita berharap dukungan semua pihak agar pembangunan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.
Penanggung jawab kegiatan dari PT Sumber Bangun Sentosa Sadar menegaskan pihaknya akan memberdayakan tenaga kerja lokal sesuai kesepakatan bersama KSOP Teluk Bayur.
“Dalam pembangunan ini kita juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar jika ingin bekerja sesuai keahlian masing-masing. Tahap awal nantinya mereka akan mempekerjakan sekitar 40 sampai 50 pekerja,” katanya.
Dia menyebutkan adapun material pembangunan yang akan digunakan selain didatangkan dari luar juga akan mengambil bahan dari lokasi yang berizin.
Ahdiyarsyah, tokoh masyarakat Air Bangis sekaligus Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkimtan) Sumbar, menyambut positif dimulainya pembangunan sisi darat Pelabuhan Teluk Tapang.
“Sebagai anak nagari Air Bangis kami sangat menyambut baik karena sudah lama diidam-idamkan,” katanya.
Dia menyatakan pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang ibarat pepatah Minang “Mambangkik Batang Tarandam” atau membangkitkan kejayaan atau marwah Air Bangis yang sejak zaman Belanda merupakan daerah pelabuhan.
Dia berharap nantinya Pelabuhan benar-benar bisa membangkitkan ekonomi warga Air Bangis.
“Terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten atas perhatiannya kepada Air Bangis. Kami siap mendukung kegiatan ini demi kemajuan Pasaman Barat dan Sumbar pada umumnya,” sebutnya.
Pelabuhan Teluk Tapang akan menjadi simpul logistik strategis, tidak hanya bagi Pasaman Barat, tetapi juga untuk kawasan utara Sumatera Barat hingga Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Pelabuhan ini dinilai memiliki potensi besar, mengingat Pasaman Barat merupakan penghasil utama kelapa sawit dengan luas tanam mencapai 101.402 hektare dan produksi 330.881 ton per tahun.
Selain itu, terdapat potensi jagung seluas 45.523 hektare, serta potensi tambang seperti bijih besi, mangan dan granit yang lokasinya hanya enam hingga sembilan kilometer dari pelabuhan.
Juga potensi kawasan ini bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata maritim.
Secara geografis, jelasnya posisi Pelabuhan Teluk Tapang juga dinilai lebih efisien dibandingkan Teluk Bayur.
Jarak tempuh logistik dari Simpang Empat Pasaman Barat ke Teluk Tapang hanya 2,5 jam, dibandingkan 4,5 jam ke Teluk Bayur Kota Padang.
Pelabuhan ini juga mudah diakses dari Sumatera Utara melalui Kabupaten Mandailing Natal yang hanya berjarak tiga kilometer dari perbatasan.

