RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG PARIAMAN — Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia melibatkan sebanyak 10 mahasiswa Politeknik Statistika Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (Polstat STIS) dalam kegiatan pendataan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang berlangsung pada 15 hingga 26 Januari 2026.
Kepala BPS Padang Pariaman, Evi Junaidi, mengungkapkan bahwa keterlibatan mahasiswa Polstat STIS adalah bentuk pelaksanaan mandat nasional BPS dalam Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Berdasarkan Keppres Nomor 1 Tahun 2026, BPS dipercaya memegang peran sentral sebagai koordinator pengelolaan data di wilayah-wilayah yang terdampak bencana.
Operasi pendataan ini dipusatkan di Kecamatan Lubuk Alung dan Kecamatan Batang Anai sebagai wilayah terdampak. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan data akurat mengenai kerusakan infrastruktur dan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, guna menyusun kebijakan rehabilitasi serta rekonstruksi yang tepat sasaran.
BPS berharap keterlibatan mahasiswa PKL Polstat STIS ini mampu meningkatkan kapasitas pendataan lapangan guna menghasilkan data statistik yang akurat. Data tersebut diproyeksikan menjadi dasar kuat bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menetapkan kebijakan pemulihan. Selain memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, program ini juga mempererat sinergi antara BPS, dunia pendidikan, dan pemerintah dalam penanganan bencana yang berbasis pada data.

