Manfaat Konsumsi Kunyit Bagi Kesehatan

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA  Ahli diet terdaftar Meghan Pendleton M.S., RD menyampaikan bahwa kunyit mengandung senyawa aktif kurkuminoid, yang telah diisolasi dan dipelajari efek positifnya pada tubuh.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Eating Well pada Sabtu (10/1), dia menyampaikan bahwa dalam kelas kurkuminoid, kurkumin umumnya dipromosikan sebagai suplemen yang bermanfaat bagi kesehatan.

Kunyit antara lain dikenal luas karena kemampuannya untuk melawan peradangan.

“Senyawa aktifnya, kurkumin, adalah kekuatan pendorong di balik efek anti-inflamasinya,” kata ahli diet terdaftar Emily Niswanger, M.S., RDN.

Menurut dia, suplemen kurkumin telah terbukti mengurangi peradangan dengan menekan jalur yang mengarah pada respons inflamasi.

Ia mengatakan bahwa kurkumin juga berfungsi sebagai antioksidan, membantu membersihkan radikal bebas yang merusak sel dan jaringan sehat dalam tubuh.

Karena perannya sebagai antioksidan dan kemampuannya meredakan peradangan, kurkumin dapat membantu mengurangi nyeri sendi.

Menurut ahli diet Erin Kenney, M.S., RDN, kandungan kurkumin berfungsi memblokir jalur peradangan yang umum ditemukan pada penderita arthritis. Hal ini efektif dalam mengurangi rasa kaku serta meredakan nyeri pada persendian.

Berdasarkan keterangannya, studi menunjukkan bahwa kunyit memiliki efektivitas yang setara dengan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dalam menangani gejala osteoartritis. Keunggulannya terletak pada minimnya efek samping, seperti risiko gangguan lambung, sembelit, rasa kantuk, maupun pusing.

Di samping itu, asupan kunyit juga diketahui memberikan kontribusi positif bagi kesehatan kardiovaskular.

“Kurkumin membantu mengurangi peradangan sistemik, stres oksidatif, dan oksidasi kolesterol LDL, yang semuanya berkontribusi pada penyakit jantung,” kata Kenney.

Ia menekankan bahwa kurkumin juga meningkatkan fungsi endotel, yang mendukung fungsi pembuluh darah dan sirkulasi yang sehat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen kunyit dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik jika dikonsumsi selama lebih dari 12 minggu. Namun, tidak ada dampak yang diamati pada tekanan darah diastolik menurut Niswanger.

Mengonsumsi kunyit sebagai suplemen bermanfaat pula bagi kesehatan saluran pencernaan.

“Karena sifat anti-inflamasi dan antioksidannya, kurkumin dapat membantu mengurangi peradangan di usus, berpotensi bermanfaat untuk kondisi seperti sindrom iritasi usus besar dan penyakit radang usus,” kata Kenney.

Ia menjelaskan, ​​​​​​​kurkumin dapat meningkatkan keseimbangan mikrobioma usus dengan mendorong pertumbuhan bakteri baik dan mengurangi bakteri jahat serta mendukung produksi empedu, yang diperlukan untuk pencernaan lemak dan kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

Pendleton mengemukakan potensi kurkumin dalam melindungi otak dari peradangan dan kerusakan oksidatif, yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif dan penyakit neurodegeneratif.

Namun, beliau mengingatkan bahwa penelitian lebih mendalam masih sangat dibutuhkan untuk memastikan pengaruh kunyit pada gangguan saraf jangka panjang. Untuk hasil maksimal, para ahli menganjurkan konsumsi suplemen kunyit dibarengi dengan makanan berlemak sehat agar zat aktifnya terserap lebih sempurna oleh tubuh.

“Kunyit jauh lebih aman dan lebih enak dimakan sebagai rempah utuh dibandingkan dalam bentuk suplemen yang sangat terkonsentrasi,” kata Pendleton.

Walaupun kandungan kurkumin dalam kunyit secara umum aman dikonsumsi hingga takaran 8 gram, penggunaan secara rutin dalam jangka panjang tetap berpotensi menimbulkan risiko kesehatan tertentu yang perlu diwaspadai.

Kenney mengatakan bahwa beberapa individu mungkin mengalami efek samping gastrointestinal umum, termasuk mual, diare, dan kembung, kalau rutin mengonsumsi kunyit.

Selain itu, menurut Pendleton, rutin mengonsumsi suplemen kunyit dapat mengganggu penyerapan zat besi.

Namun demikian, risiko dan efek samping yang serius jarang terjadi.

Kenney menyarankan individu dengan masalah kantung empedu, gangguan pendarahan, batu ginjal, atau kondisi sensitif hormon berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen kurkumin.

Ibu hamil dan menyusui disarankan untuk menghindari asupan suplemen kunyit dalam dosis tinggi mengingat belum tersedianya studi yang memadai bagi kelompok tersebut. Selain itu, pasien yang tengah menjalani pengobatan dengan pengencer darah, antidiabetes, antasida, imunosupresan, maupun terapi hormon wajib berkonsultasi dengan tenaga medis guna menghindari risiko interaksi obat yang merugikan.

Sebagaimana penggunaan suplemen pada umumnya, konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sangat penting untuk mengevaluasi riwayat medis serta meminimalisir potensi efek samping dari konsumsi rutin.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: sumbar.antaranews.com