Rusia Kecam Serangan Ke Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Di Lebanon

RESPONRADIO.COM PADANG│NEW YORK  Rusia mengecam keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dan menunggu informasi Sekretariat PBB mengenai pihak yang bertanggung jawab, kata Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, pada Selasa.

UNIFIL melaporkan bahwa seorang personel penjaga perdamaian asal Indonesia meninggal dunia pada 29 Maret setelah sebuah proyektil menghantam salah satu pos mereka.

Pada Senin, misi tersebut juga menyampaikan bahwa dua penjaga perdamaian lainnya tewas akibat serangan yang menargetkan kendaraan patroli mereka di wilayah Bani Haiyyan.

“Rusia mengecam keras setiap serangan terhadap pasukan UNIFIL, tanpa memandang pihak yang bertanggung jawab,” ujar Nebenzia dalam sidang Dewan Keamanan PBB.

Ia menambahkan bahwa Moskow berharap dapat segera memperoleh informasi menyeluruh dari Sekretariat PBB, termasuk rincian mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Diplomat tersebut juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban serta mendoakan agar para penjaga perdamaian yang mengalami luka dapat segera pulih.

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah mulai meningkat sejak 2 Maret, ketika kelompok dari Lebanon itu kembali meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel di tengah situasi kawasan yang kian memburuk.

Sebagai respons, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon, mencakup wilayah selatan, Lembah Beqaa, hingga pinggiran Beirut. Pada 16 Maret, militer Israel secara resmi mengumumkan dimulainya operasi darat di Lebanon selatan.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com