RESPONRADIO.COM PADANG│Tanah Datar, Sumatera Barat — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat memproyeksikan lonjakan kunjungan wisata ke Sumatera Barat pada tahun 2026, dengan Istano Basa Pagaruyung sebagai salah satu destinasi unggulan yang menjadi fokus penguatan promosi dan pengembangan berbasis budaya.
Dalam rilis informasi pariwisata awal tahun 2026 yang dimuat di portal resmi kementerian, disebutkan bahwa penguatan destinasi berbasis warisan budaya menjadi prioritas nasional, khususnya untuk kawasan Sumatera Barat yang memiliki kekayaan sejarah Minangkabau. Istano Basa Pagaruyung dinilai sebagai simbol identitas budaya yang tidak hanya menawarkan panorama arsitektur rumah gadang berukuran monumental, tetapi juga pengalaman historis yang edukatif dan interaktif.
Pusat Edukasi Sejarah dan Budaya Minangkabau
Istano Basa Pagaruyung yang berdiri megah di Kabupaten Tanah Datar memang bukan bangunan asli peninggalan Kerajaan Pagaruyung. Bangunan aslinya yang dahulu berada di Bukit Batu Patah pernah musnah akibat kebakaran. Namun, sejumlah benda pusaka dan artefak kerajaan berhasil diselamatkan dan kini tersimpan serta dipamerkan dengan sistem kurasi yang lebih modern.
Memasuki 2026, pengelola destinasi bersama Dinas Pariwisata setempat mengembangkan konsep “Living Cultural Experience”, di mana wisatawan tidak hanya berfoto, tetapi juga dapat memahami filosofi adat Minangkabau.
Digitalisasi dan Target Kunjungan 2026
Kementerian Pariwisata juga menyoroti langkah digitalisasi promosi melalui platform media sosial, virtual tour, serta integrasi informasi destinasi dalam sistem informasi pariwisata nasional. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan promosi hingga wisatawan mancanegara.
Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat menargetkan peningkatan kunjungan wisata ke Tanah Datar pada 2026 seiring membaiknya konektivitas dan promosi berbasis event budaya. Istano Basa Pagaruyung diposisikan sebagai anchor destination atau destinasi jangkar yang mendorong pergerakan wisata ke kawasan lain seperti Lembah Harau, Bukittinggi, hingga Danau Singkarak.
Daya Tarik yang Relevan bagi Generasi Muda
Menariknya, tren kunjungan menunjukkan peningkatan wisatawan muda yang datang untuk konten kreatif dan dokumentasi budaya. Keunikan atap gonjong bertingkat, ukiran khas Minang, serta latar perbukitan menjadikan Istano Basa Pagaruyung sebagai salah satu spot fotografi budaya paling diminati di Sumatera Barat.
Namun demikian, pengelola tetap menekankan aspek pelestarian. Edukasi tentang nilai sejarah dan penghormatan terhadap situs budaya terus digaungkan agar wisata tidak sekadar menjadi aktivitas visual, tetapi juga sarana pembelajaran. (JP)

