RESPONRADIO.COM PADANG│PADANG — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mematangkan persiapan pengembangan jalur commuter line di Kota Padang pada Rabu (18/2). Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi massal modern sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat.
Pembahasan dilakukan bersama Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI) Rafli Yandra, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, jajaran Divre PT KAI, serta kepala dinas terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Andre Rosiade menjelaskan, jalur commuter line direncanakan terhubung langsung dari Bandara Internasional Minangkabau hingga kawasan Indarung. Dari titik tersebut, sejumlah pemberhentian strategis sedang dikaji agar transportasi massal ini mudah diakses masyarakat.
“Rencananya jalur commuter line ini nanti dari bandara bisa langsung terhubung sampai ke Indarung. Dari Indarung kita lihat kemungkinan ada titik pemberhentian di Lubuk Begalung, Tanah Sirah, hingga Pegambiran,” ujar Andre.
Menurutnya, di kawasan Pegambiran memungkinkan dibangun stasiun kecil dengan konsep halte agar masyarakat lebih mudah naik dan turun kereta.
“Di Pegambiran kalau memungkinkan kita buat stasiun kecil saja, konsepnya seperti halte supaya masyarakat mudah naik turun,” katanya.
Rencana pengembangan jalur ini akan diteruskan menuju kawasan Teluk Bayur dan Matuaya. Andre menekankan bahwa meskipun jumlah titik pemberhentian dibatasi, penempatannya akan diprioritaskan di dekat pemukiman penduduk guna menjamin kemudahan akses bagi masyarakat.
“Titik berhentinya tidak perlu terlalu banyak, tapi cukup di lokasi yang dekat permukiman warga supaya aksesnya mudah. Jarak antar pemberhentian kira-kira sekitar satu kilometer, menyesuaikan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Proyeksi lintasan ini juga akan menjangkau kawasan Air Tawar, area di belakang Transmart, hingga Lubuk Buaya. Di sejumlah titik tertentu, pembangunan akan difokuskan pada penyediaan halte (shelter) sederhana guna mengoptimalkan efisiensi anggaran tanpa menurunkan kualitas layanan bagi warga.
Selain itu, konsep operasional commuter line akan mengombinasikan perjalanan langsung dan layanan dengan pemberhentian tertentu.
“Ada opsi perjalanan langsung atau direct tanpa terlalu sering berhenti, namun tetap disiapkan titik-titik tertentu bagi penumpang yang ingin naik dan turun. Yang penting masyarakat tetap terlayani dan mobilitas bisa lebih cepat,” ujar Andre.
Ia menambahkan, Stasiun Padang nantinya akan difungsikan sebagai pusat transit atau hub utama yang menghubungkan berbagai jalur perjalanan.
“Nantinya Stasiun Padang akan menjadi hub utama, sehingga penumpang bisa berganti perjalanan atau berpindah jalur dengan sistem yang saling terintegrasi,” katanya.
Andre menegaskan, pengembangan commuter line ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan sektor transportasi nasional dan memperkuat konektivitas wilayah melalui transportasi massal modern.
“Transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau akan menjadi solusi strategis untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, mengurangi kemacetan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, PT KAI, serta dukungan penuh dari pemerintah pusat, Andre meyakini bahwa proyek commuter line Padang akan segera terwujud. Kehadiran moda transportasi ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang luas bagi warga Sumatera Barat sekaligus memperkuat sistem transportasi berkelanjutan di Ranah Minang.

