Pigai : Pembentukan Karakter Calon Manajer Kopdes Merah Putih tak Harus Lewat Latihan Fisik

RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai pembentukan karakter bagi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak perlu dilakukan melalui latihan fisik yang berlebihan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah lima peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia.

Pigai meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Latsarmil. Ia menyampaikan rasa prihatin serta belasungkawa kepada keluarga para peserta yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Menurut Pigai, pendidikan bagi calon manajer Kopdes dan KNMP seharusnya berfokus pada tiga aspek utama, yakni peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan mental. Namun, ia menilai pembentukan karakter tidak harus selalu menggunakan pendekatan militer atau latihan fisik berat.

Ia menegaskan bahwa aspek mental dapat dibangun melalui nilai-nilai seperti kedisiplinan, tanggung jawab, ketepatan, kecepatan, serta kejujuran tanpa harus menerapkan latihan fisik yang berlebihan.

Selain meminta evaluasi terhadap metode pelatihan, Pigai juga mendorong adanya penyelidikan profesional terkait penyebab meninggalnya lima peserta Latsarmil. Menurutnya, penyelidikan tersebut penting untuk mengetahui penyebab kematian secara ilmiah sekaligus menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Pigai mengatakan pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap proses penyelidikan di lapangan guna memastikan penanganan kasus berjalan dengan baik.

Sebelumnya, publik menyoroti kasus meninggalnya lima calon manajer Kopdes dan KNMP saat mengikuti rangkaian kegiatan Latsarmil dalam Program SPPI.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: mediaindonesia.com