3.000 bendera berkibar di perbatasan sebagai simbol kedaulatan

RESPONRADIO.COM PADANG│BENGKAYANG — Sebanyak 3.000 Bendera Merah Putih dikibarkan dan dibentangkan di sepanjang kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Pengibaran ribuan bendera tersebut menjadi simbol semangat nasionalisme sekaligus penegasan kedaulatan Indonesia di wilayah yang menjadi beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Camat Jagoi Babang Saidin mengatakan, ribuan bendera menghiasi jalur mulai dari Simpang Empat Sungai Take, menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang hingga kawasan Titik Nol Perbatasan Indonesia-Malaysia. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kirab Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam kirab tersebut, peserta juga membawa dan membentangkan Bendera Merah Putih berukuran 8 x 17 meter. Bendera raksasa itu dibawa dengan berjalan kaki sejauh sekitar empat kilometer, mulai dari halaman Kantor Desa Jagoi hingga helipad di kawasan PLBN Jagoi Babang.

Saidin menilai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan kuatnya rasa nasionalisme masyarakat di kawasan perbatasan. Menurutnya, posisi Jagoi Babang memiliki arti strategis karena wilayah tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga dan menjadi salah satu bagian terdepan NKRI.

Ia mengatakan, keberadaan ribuan Bendera Merah Putih yang terbentang dari kawasan Sungai Take hingga Titik Nol Perbatasan Jagoi Babang tidak sekadar menjadi hiasan dalam perayaan kemerdekaan. Bendera-bendera tersebut juga menjadi lambang kedaulatan, harga diri bangsa serta simbol persatuan masyarakat di wilayah perbatasan.

Melalui Kirab Merah Putih, Saidin ingin menegaskan bahwa semangat nasionalisme dan patriotisme masyarakat Jagoi Babang tetap kuat. Menurutnya, semangat tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga keutuhan NKRI harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Masyarakat, khususnya generasi muda, didorong untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, meningkatkan prestasi serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku dan agama yang ada di kawasan perbatasan.

Saidin mengajak generasi muda Jagoi Babang untuk melihat keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun daerah. Menurutnya, perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, tetapi harus menjadi modal untuk memperkuat persatuan dan mendorong kemajuan Kecamatan Jagoi Babang.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada BAIS TNI yang telah memfasilitasi pelaksanaan kirab. Penghargaan juga diberikan kepada jajaran TNI-Polri, pihak sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda serta seluruh warga yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurut Saidin, Kirab Merah Putih di kawasan perbatasan sekaligus menunjukkan besarnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga semangat kebangsaan. Kehadiran para pelajar bersama berbagai elemen masyarakat dinilai penting untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi penerus, terutama mereka yang tumbuh dan tinggal di wilayah perbatasan Indonesia.

Tim Redaktur: Respon Radio
Sumber: antaranews.com