RESPONRADIO.COM PADANG│ISLAMABAD – Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menegaskan kembali komitmen negaranya terhadap perdamaian internasional dan multilateralisme dalam pesan memperingati Hari Perdamaian Internasional, 21 September 2026. Zardari menyampaikan bahwa perdamaian yang langgeng membutuhkan dialog, diplomasi, keadilan, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB.
Zardari mengatakan Pakistan mendukung penyelesaian sengketa secara damai serta pendekatan komprehensif dalam pencegahan dan penyelesaian konflik melalui dialog, diplomasi, dan aksi kolektif. Ia juga menyoroti kontribusi pasukan penjaga perdamaian Pakistan yang selama beberapa dekade bertugas dalam berbagai misi PBB di sejumlah negara.
Dalam pesannya, Zardari turut menyoroti upaya diplomatik Pakistan dalam membantu mengakhiri konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Ia menyebut Islamabad Memorandum of Understanding atau MoU Islamabad telah membuka jalan bagi upaya deeskalasi dan penyelesaian melalui perundingan. Pembicaraan tingkat tinggi di Bürgenstock, Swiss, kemudian dilakukan untuk melanjutkan proses implementasi kesepakatan tersebut.
Zardari menyerukan kepada masyarakat internasional untuk terus menjunjung Piagam PBB, menghormati hukum internasional, serta mendorong penyelesaian sengketa secara damai. Pakistan juga menyatakan akan terus mendukung upaya deeskalasi di Asia Barat dan berkontribusi dalam upaya bersama untuk mewujudkan perdamaian dan keamanan internasional.

