RESPONRADIO.COM PADANG│JAKARTA — Federasi Triatlon Indonesia (FTI) menyatakan keprihatinan atas keputusan tidak dipertandingkannya cabang olahraga triatlon pada SEA Games 2027 di Malaysia. Ketua Umum FTI, Armand van Kempen, mengatakan keputusan Federasi SEA Games (SEAGF) pada 30 Oktober 2026 tersebut berpotensi mengganggu kesinambungan pembinaan atlet nasional yang tengah menunjukkan prestasi positif. Indonesia sebelumnya berhasil menjadi juara umum cabang triatlon pada SEA Games Thailand 2025 dengan raihan 11 medali.
Prestasi triatlon Indonesia dalam beberapa edisi terakhir menunjukkan peningkatan. Pada SEA Games 2021 di Vietnam, Indonesia meraih dua perak dan tiga perunggu, kemudian memperoleh satu emas, dua perak, dan tiga perunggu pada 2023 di Kamboja. Puncaknya pada SEA Games Thailand 2025, Indonesia mengoleksi tujuh emas, tiga perak, dan satu perunggu. Sementara pada Asian Games 2026 di Jepang, Martina Ayu Pratiwi menempati peringkat keempat nomor individu putri dan tim estafet campuran berada di posisi kelima.
Meski menghormati keputusan Malaysia sebagai tuan rumah dan SEAGF, FTI akan terus menjalin komunikasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta Federasi Triatlon Malaysia untuk membahas keberlanjutan cabang olahraga tersebut di kawasan Asia Tenggara. FTI juga menegaskan pembinaan atlet nasional tetap berlanjut dengan target meraih prestasi pada kejuaraan tingkat Asia dan dunia.

