RESPONRADIO.COM PADANG│LUMAJANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menambah delapan unit CCTV untuk memperkuat pemantauan aktivitas Gunung Semeru dan meningkatkan keselamatan masyarakat di kawasan rawan bencana. Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan penambahan tersebut melengkapi tujuh CCTV yang telah terpasang sebelumnya, sehingga total terdapat 15 unit kamera pengawas di sejumlah titik strategis.
Delapan CCTV baru tersebut dipasang di kawasan hunian tetap Bumi Semeru Damai (BSD), DAS Bondeli, Gladak Perak, KM 56 dan KM 57 Piket Nol, Bukit Sriti, serta Watu Lapis Desa Sumberurip. Selain pemantauan visual, BPBD juga menyiagakan personel di Pos Curahkobokan dan Pos Oro-Oro Ombo, memperkuat sistem peringatan dini (EWS), serta menyiapkan logistik untuk mengantisipasi kondisi darurat. Koordinasi dengan PVMBG dan pemerintah desa juga terus dilakukan seiring status Siaga Gunung Semeru.
BPBD mengimbau masyarakat mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak serta radius lima kilometer dari kawah. Warga juga diminta menjauhi jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran lahar dan meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan abu vulkanik. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan petugas serta informasi resmi dari BPBD dan PVMBG.

